Daerah

Siak Terima 20 Traktor Roda 4, Bupati Afni: Realisasi Janji Kementan

13
×

Siak Terima 20 Traktor Roda 4, Bupati Afni: Realisasi Janji Kementan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Bupati Siak, Afni Z, menyerahkan secara simbolis bantuan traktor roda empat kepada perwakilan gapoktan dan UPJA di halaman DKPPP Siak, Rabu (29/4/2026). RK/HUC

HarianUpdate.com | Siak – Pemerintah Kabupaten Siak menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 20 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2026. Bantuan senilai Rp8,7 miliar tersebut disalurkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di sejumlah kecamatan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Siak, Afni Z, kepada para penerima di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Siak, Rabu (29/4/2026).

Bantuan alsintan tersebut difokuskan untuk kelompok tani aktif yang memiliki lahan pertanian cukup luas, antara lain di Kecamatan Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit, dan Sungai Mandau. Program ini bertujuan memperkuat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung target swasembada pangan di daerah.

Afni menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang telah merealisasikan bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan ini dapat kita terima lebih cepat. Ini merupakan realisasi dari janji Menteri Pertanian yang disampaikan tahun lalu. Bahkan, kita juga mendapatkan tambahan dua unit lagi. Kami tentu berterima kasih atas perhatian ini,” ujar Afni.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah, sekaligus hasil sinergi berbagai pihak dalam memperjuangkan kebutuhan petani di Kabupaten Siak.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Afni menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

“Bantuan ini bukan yang terakhir. Kita masih terus mengusulkan lebih dari 300 unit alsintan. Saat ini baru terealisasi sekitar 30 unit secara bertahap, dan ke depan kita harapkan akan terus bertambah,” tegasnya.

Selain itu, Afni juga menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi petani, terutama terkait ketersediaan air di wilayah sentra produksi seperti Bungaraya dan Sabak Auh.

“Kita terus mencari solusi konkret dan jangka panjang terkait kebutuhan air petani. Di beberapa wilayah, kapasitas sumur hanya mampu mengairi sekitar 10 hektare. Karena itu, kita mendorong adanya bantuan pompanisasi,” jelasnya.

Afni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari forkopimda, pemerintah kecamatan, dinas teknis, hingga penyuluh pertanian, dalam menjaga ketahanan pangan daerah serta mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia meminta adanya kepastian serapan hasil pertanian agar produksi petani dapat terserap optimal, termasuk melalui dukungan dapur SPPG.

“Kita perlu memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik. Sinkronisasi antara pola tanam dan kebutuhan pangan harus terus diperkuat agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan produksi,” ujarnya.

Afni juga mengingatkan petani dan penyuluh untuk mewaspadai potensi musim kemarau panjang serta dampak fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produksi pangan.

“Perlu langkah antisipatif dan pendampingan di lapangan agar produksi tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Siak akan terus menggali masukan langsung dari petani guna mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *