Olahraga

Jelang PORA Aceh Jaya 2026, PODSI Simeulue dan Aceh Besar Perkuat Pembinaan Atlet

×

Jelang PORA Aceh Jaya 2026, PODSI Simeulue dan Aceh Besar Perkuat Pembinaan Atlet

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Atlet dayung PODSI Simeulue dan Aceh Besar mengikuti program latihan bersama. (HD/HUC)

HarianUpdate.com | Simeulue — Menjelang Pekan Olahraga Aceh (PORA) Aceh Jaya 2026, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Simeulue dan PODSI Aceh Besar memperkuat sinergi pembinaan atlet melalui program latihan bersama.

Kerja sama tersebut digagas Ketua PODSI Simeulue, Nazaruddin, bersama pengurus cabang olahraga dayung Aceh Besar. Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk menghadapi kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berjenjang.

Fokus pembinaan meliputi pengembangan atlet usia dini, peningkatan kualitas latihan, serta program latihan bersama bagi atlet-atlet Simeulue yang saat ini berada di Banda Aceh.

Simeulue dan Aceh Besar memiliki kesamaan visi dalam mendorong prestasi olahraga dayung. Pembinaan dilakukan pada sejumlah nomor, antara lain dragon boat, kayak, dan rowing.

Bagi PODSI Simeulue, keberadaan sejumlah atlet di Banda Aceh menjadi momentum untuk memperluas pengalaman latihan sekaligus mendapatkan atmosfer pembinaan yang lebih kompetitif.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PODSI Aceh Besar, Suheri, S.Pd., menilai latihan bersama antardaerah merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas olahraga dayung di Aceh.

Menurutnya, kemajuan olahraga dayung tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan masing-masing kabupaten/kota. Komunikasi dan kolaborasi antarpengurus dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan fasilitas maupun sumber daya manusia.

“Kegiatan ini sangat positif. Olahraga dayung bisa maju jika kita mampu menjalin komunikasi yang baik antar-lembaga maupun antardaerah,” kata Suheri melalui pesan yang diterima media ini dari Ketua PODSI Kabupaten Simeulue, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, tidak semua PODSI kabupaten/kota memiliki sarana dan prasarana serta pelatih yang memadai. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan pola kerja sama agar atlet tetap memperoleh kesempatan berlatih secara maksimal.

“Tidak semua daerah PODSI kabupaten/kota memiliki sarana atau pelatih yang memadai. Karena itu, kerja sama seperti ini sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet,” ujarnya.

Suheri menilai pembinaan atlet tidak semestinya hanya dilakukan menjelang kejuaraan. Proses tersebut perlu dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berjenjang hingga atlet mampu mencapai level prestasi yang lebih tinggi.

Pola tersebut menjadi salah satu titik temu antara PODSI Simeulue dan Aceh Besar. Kedua daerah berupaya membangun jalur pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga menyiapkan regenerasi atlet.

Program latihan bersama diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis, fisik, dan mental bertanding, sekaligus memperkaya pengalaman atlet melalui interaksi dengan atlet dari daerah lain.

Langkah tersebut menjadi penting menjelang PORA Aceh Jaya 2026 yang akan menjadi salah satu ajang bagi atlet dayung kabupaten/kota di Aceh untuk mengukur hasil pembinaan masing-masing daerah.

PODSI Simeulue dan Aceh Besar berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya menjelang PORA, tetapi juga menjadi bagian dari pola pembinaan olahraga dayung Aceh secara berkelanjutan.

Adapun atlet yang mengikuti program latihan bersama tersebut antara lain:

Atlet kayak Simeulue:

Hasna Mutia
Anggun Aulia
Ana
Falensia
Tasya

Atlet kayak Aceh Besar:

Vira
Lisa
Dira
Hanidan
Hakiki
Nanda
Reza

Selain nomor kayak, latihan bersama juga diikuti sejumlah atlet nomor dragon boat dari Simeulue dan Aceh Besar. (HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *