Pendidikan

63 Sekolah di Karimun Masuk Program Revitalisasi 2026, Anggaran Capai Rp42 Miliar

×

63 Sekolah di Karimun Masuk Program Revitalisasi 2026, Anggaran Capai Rp42 Miliar

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuera. (MS/HUC)

HarianUpdate.com | Karimun – Sebanyak 63 satuan pendidikan di Kabupaten Karimun masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026. Program tersebut mencakup pembenahan infrastruktur sekolah dengan total anggaran sekitar Rp42 miliar.

Jumlah sekolah yang masuk program revitalisasi tahun ini meningkat dibandingkan 2025 yang mencakup 19 satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, S.T., M.E., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2026).

Menurut Grandy, program revitalisasi tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelaksanaannya melibatkan pihak sekolah sejak tahap perencanaan kebutuhan.

Grandy menjelaskan, penetapan satuan pendidikan penerima program dilakukan melalui proses verifikasi berdasarkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Proses pengusulan dan verifikasi dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan tim perencana, fasilitator lapangan, akademisi perguruan tinggi, hingga verifikator di tingkat pusat.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, kepala sekolah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk menyusun kebutuhan revitalisasi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Kebutuhan tersebut antara lain mencakup pembangunan atau perbaikan ruang kelas, fasilitas laboratorium, serta sarana sanitasi.

“Setiap usulan disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya di lapangan. Besaran dana per sekolah baru diketahui pasti setelah proses bimtek tuntas,” jelas Grandy.

Dari total 63 satuan pendidikan yang menjadi sasaran revitalisasi, sebanyak 60 sekolah telah mendapatkan penetapan.

Rinciannya terdiri atas 28 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 20 Sekolah Dasar (SD), dan 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara itu, tiga PAUD lainnya merupakan alokasi tambahan dari Kemendikdasmen yang saat ini masih dalam proses perincian anggaran.

Grandy mengatakan peningkatan jumlah penerima program tersebut cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah juga menargetkan pekerjaan fisik dapat diselesaikan pada November 2026.

“Ini lompatan sangat nyata, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kami menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dan fisik tuntas 100 persen pada November 2026,” tegasnya.

Selain pembenahan sarana dan prasarana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun juga mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Program tersebut mencakup pelatihan kompetensi, peningkatan kualifikasi, serta skema insentif berbasis kinerja. Penguatan kapasitas pendidik diarahkan untuk mendukung kemampuan siswa dalam bidang literasi, numerasi, sains dan teknologi, serta pembelajaran koding.

Grandy mengatakan pembenahan infrastruktur sekolah perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Program revitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Karimun. (MS)

Penulis: Moga Saputra Editor: Bobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *