Peristiwa

Pemprov Riau dan RS Bhayangkara Buka Lima Posko Kesehatan, Antisipasi Dampak Kabut Asap

×

Pemprov Riau dan RS Bhayangkara Buka Lima Posko Kesehatan, Antisipasi Dampak Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ilustrasi Pemprov Riau bersama RS Bhayangkara Biddokes Polda Riau membuka lima posko antisipasi kesehatan akibat kabut asap. (AI/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama RS Bhayangkara Biddokes Polda Riau membuka lima posko kesehatan di Kota Pekanbaru sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana di tengah kondisi udara yang terdampak asap Karhutla.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap harus dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan berbagai pihak.

“Dalam penanganan dampak asap Karhutla ini, sebagaimana yang digaungkan Pak Plt Gubernur, Kapolda dan Pangdam, penanganan harus gotong royong. Ini merupakan inisiatif dari RS Bhayangkara, secara terintegrasi bagaimana untuk membentuk posko kesehatan di lima titik di Kota Pekanbaru,” kata Zulkifli, Kamis (17/9/2026).

Lima posko kesehatan tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat. Pos Lantas Gurindam 1 berada di Jalan Cut Nyak Dien, Pos Lantas Gurindam 2 di simpang Jalan Tuanku Tambusai-Jenderal Sudirman, serta Pos Lantas Gurindam 3 di simpang Bandara Sultan Syarif Kasim II.

“Kemudian di Pos Lantas Gurindam 4 (Simpang Jalan Ronggowarsito) dan Pos Lantas Gurindam 5 yang berada di Simpang SKA,” kata Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan, operasional posko mulai digerakkan pada Jumat (18/9/2026) dengan tahap awal pelaksanaan selama tujuh hari.

Setiap posko akan diperkuat satu orang dokter, dua perawat dan satu pengemudi ambulans beserta kendaraan ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan.

“Untuk tahap awal, kita alokasikan waktunya 7 hari. Kita juga melibatkan rumah sakit swasta dan perguruan tinggi, baik dari Al Insyirah, Payung Negeri, Poltekkes dan Hang Tuah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Pekanbaru Biddokes Polda Riau, Kompol dr Firmansyah Dwi Anggara, mengatakan pembentukan posko tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektoral dalam menangani dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla.

“Sesuai dengan arahan bapak Kapolda Riau. Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk penanganan kesehatan dari dampak kabut asap Karhutla. Tentu kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus berkolaborasi lintas sektoral. Kami dari RS Bhayangkara dibantu oleh Dinas Kesehatan, berencana mengadakan kegiatan yang mungkin kecil namun memberikan dampak yang besar, yaitu dengan pembentukan posko kesehatan,” ujar dr Firmansyah.

Menurutnya, posko kesehatan akan bekerja sama dengan Satlantas Polresta Pekanbaru dalam memberikan edukasi kesehatan preventif serta pemeriksaan kesehatan sederhana bagi masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, targetnya adalah kita bisa memberikan edukasi tentang kesehatan preventif dan memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana. Meliputi pemberian info edukatif, pemberian vitamin yang langsung diminum oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan imunitas,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan sederhana, masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga dapat memperoleh dukungan oksigen. Apabila kondisi pasien memerlukan perawatan lebih lanjut, petugas akan melakukan rujukan ke rumah sakit.

Kolaborasi juga melibatkan perguruan tinggi di Kota Pekanbaru. Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP), Assoc Prof Ns Lita, menyatakan dukungan kampusnya terhadap program tersebut.

Menurutnya, UHTP akan mengerahkan mahasiswa dan dosen untuk membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan di lapangan, terutama dalam edukasi dan pencegahan dampak kabut asap.

“Pada prinsipnya, sebagai kampus yang dikenal dengan lulusan dan kemampuan akademik di bidang kesehatan, kami tentu mendukung apapun yang menjadi program pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, dukungan UHTP dilakukan melalui penempatan mahasiswa dan dosen di posko kesehatan untuk membantu pembagian masker, edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat.

“Untuk UHTP sendiri, nantinya akan ada Posko kita di Cut Nyak Dien dan Simpang Bandara, masing-masing posko 3 mahasiswa per shift. 1 posko ada 2 shift,” pungkasnya.

Dengan dibukanya lima posko kesehatan tersebut, Pemprov Riau bersama RS Bhayangkara Biddokes Polda Riau dan sejumlah perguruan tinggi berupaya memperkuat layanan preventif bagi masyarakat Pekanbaru selama kondisi kabut asap akibat Karhutla masih berlangsung. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *