Peristiwa

Rombongan Biksu Walk for Peace Disambut Hangat di Tebuireng Jombang

11
×

Rombongan Biksu Walk for Peace Disambut Hangat di Tebuireng Jombang

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Rombongan 57 biksu peserta Thudong Walk for Peace berdoa bersama di makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. (NN/HUC)

HarianUpdate.com | Jombang – Rombongan peserta Thudong Walk for Peace yang terdiri dari 57 biksu tiba di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Selasa (19/05/2026). Kedatangan mereka menjadi bagian dari perjalanan spiritual lintas agama yang membawa pesan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama.

Sebelum menuju Tebuireng, rombongan terlebih dahulu diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Jombang dan dilepas langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang terhadap kegiatan yang dinilai mampu memperkuat nilai kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Perjalanan spiritual ini menjadi simbol persaudaraan dan toleransi antarumat beragama yang harus terus dijaga bersama,” ujar Warsubi.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tebuireng, rombongan biksu sempat beristirahat sekitar satu jam di Pendopo Kecamatan Jombang.

Sepanjang perjalanan, ribuan warga, santri, dan pelajar tampak memadati sisi jalan untuk menyambut kedatangan para biksu. Mereka melambaikan tangan dan memberikan salam sebagai bentuk dukungan terhadap pesan damai yang dibawa rombongan tersebut.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sepanjang perjalanan, mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri.

Sesampainya di Pondok Pesantren Tebuireng, rombongan disambut langsung oleh pengurus dan jajaran pengasuh pesantren. Penyambutan berlangsung khidmat namun penuh keakraban.

Para biksu kemudian diajak memasuki kawasan pondok untuk mengikuti agenda spiritual, termasuk berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang dikenal sebagai tokoh pluralisme dan perdamaian.

Di kompleks pemakaman keluarga pesantren, rombongan biksu melaksanakan doa bersama yang dipimpin salah satu biksu senior sebagai bentuk penghormatan kepada Gus Dur atas perjuangannya dalam menjaga nilai toleransi, kebebasan beragama, dan persatuan bangsa.

“Gus Dur merupakan sosok yang dikenal luas memperjuangkan kemanusiaan dan perdamaian. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk penghormatan atas nilai-nilai tersebut,” ujar salah satu perwakilan rombongan biksu.

Prosesi doa berlangsung khidmat dan turut disaksikan sejumlah santri serta pengunjung yang berada di lokasi.

Usai rangkaian kegiatan spiritual, pihak Pondok Pesantren Tebuireng memberikan jamuan makan siang kepada seluruh rombongan. Para biksu juga memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya dalam rangkaian Walk for Peace.

Kehadiran rombongan biksu di Tebuireng dinilai bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan simbol kuat dialog lintas iman dan pesan nyata pentingnya menjaga persaudaraan, saling menghormati, serta memperkuat kerukunan bangsa Indonesia.

Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa Jombang tetap dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.

Perjalanan spiritual para biksu diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik tujuan berikutnya dengan membawa doa serta pesan universal tentang perdamaian dunia. (NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *