Politik

Kunjungi Bank BJB, DPRD Riau Dalami Skema Penyertaan Modal BRK Syariah

16
×

Kunjungi Bank BJB, DPRD Riau Dalami Skema Penyertaan Modal BRK Syariah

Sebarkan artikel ini
Kunjungi Bank BJB, DPRD Riau Dalami Skema Penyertaan Modal BRK Syariah
Teks foto: Panitia Khusus DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB di Jawa Barat untuk memperdalam pembahasan penyertaan modal BUMD, Senin (6/4/2026). Ist/HUCTeks foto: Panitia Khusus DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB di Jawa Barat untuk memperdalam pembahasan penyertaan modal BUMD, Senin (6/4/2026). Ist/HUC

HarianUpdate.com | Bandung – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Bank BJB di Provinsi Jawa Barat, Senin (6/4/2026), dalam rangka memperdalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait penambahan penyertaan modal pada BRK Syariah dan Jamkrida Riau.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Bank BJB, Fadhly Kholis, memaparkan alokasi penggunaan modal yang diterapkan di institusinya.

“Sekitar 80 persen modal dialokasikan untuk penyaluran kredit, 10 persen untuk penguatan sarana dan prasarana, serta 10 persen untuk pengembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor perbankan secara umum relatif stabil dalam penyaluran kredit, namun masih menghadapi tantangan dalam pengembalian modal.

“Karena itu, diperlukan strategi penambahan modal, baik dari pemegang saham maupun melalui penguatan anak perusahaan dan jaringan cabang,” tambahnya.

Selain itu, Bank BJB juga menjalin sinergi dengan Jamkrida Jawa Barat dalam mendukung penjaminan kredit.

Ketua Pansus, Robin P. Hutagalung, menyoroti skema penambahan modal, khususnya yang berbentuk aset, serta membandingkannya dengan skema penambahan modal tunai.

“Kami ingin memastikan skema penyertaan modal yang dipilih benar-benar efektif dan memberikan dampak optimal bagi kinerja BUMD,” ujarnya.

Sejumlah anggota pansus juga aktif menggali informasi terkait pengelolaan perbankan dan kerja sama dengan pemangku kepentingan.

Anggota pansus Ginda Burnama menanyakan dukungan regulasi terhadap investasi serta kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk penyediaan fasilitas layanan perbankan di ruang publik.

Sementara itu, Eva Yuliana menyoroti mekanisme penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta kerja sama dengan Samsat dalam pelayanan pajak kendaraan.

Anggota pansus lainnya, Abdul Kasim, mempertanyakan status kelembagaan Bank BJB yang belum berbentuk Perseroda serta strategi menghadapi persaingan industri perbankan.

Ayat Cahyadi dan Sofyan turut menggali strategi peningkatan dividen dan pemberdayaan UMKM, sedangkan Diski menyoroti potensi risiko dalam pengembangan usaha perbankan.

Kunjungan ini juga dihadiri Direktur Utama Jamkrida Riau yang turut mendalami pola kerja sama penjaminan kredit.

Melalui kegiatan ini, Pansus DPRD Provinsi Riau berharap memperoleh referensi komprehensif dalam merumuskan kebijakan penyertaan modal yang tepat.

“Kami berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi bahan dalam menyusun kebijakan yang mampu memperkuat kinerja BUMD dan meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah,” tutup Robin. (IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *