Daerah

Desa Wonosari Luncurkan Gerakan Penimbangan Serentak Cegah Stunting

10
×

Desa Wonosari Luncurkan Gerakan Penimbangan Serentak Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Teks foto: Pemdes Wonosari saat mengadakan kegiatan Gerakan bulan Penimbangan serentak, se-Kabupaten Bengkalis. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis – Pemerintah Desa Wonosari bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Wonosari menggelar kegiatan Launching Penimbangan dan Pengukuran Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Aula Kantor Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Penimbangan dan Pengukuran Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Provinsi Riau Tahun 2026.

Pelaksanaan kegiatan dipandu langsung Kepala Desa Wonosari, Siswanto, bersama tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Wonosari.

Turut hadir Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Yessica Vebrina, serta Camat Bengkalis Rafli Kurniawan.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bengkalis.

Melalui penimbangan dan pengukuran serentak, pemerintah berharap intervensi terhadap balita yang berisiko stunting dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Wonosari, Siswanto, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung peningkatan status gizi masyarakat, khususnya bagi anak usia di bawah lima tahun.

“Pelaksanaan penimbangan dan pengukuran serentak ini sangat penting untuk mendukung peningkatan status gizi masyarakat, khususnya balita, sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Yessica Vebrina, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program pencegahan stunting.

“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk menyukseskan gerakan ini demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” katanya.

Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi sehat di masa depan. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *