Olahraga

Persaingan Antar Nagari di Dharmasraya Champions League 2026 Diprediksi Sengit

13
×

Persaingan Antar Nagari di Dharmasraya Champions League 2026 Diprediksi Sengit

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Jadwal pertandingan sepak bola antar nagari dalam gelaran Dharmasraya Champion League 2026. (BR/HUC)

HarianUpdate.com | Dharmasraya – Persaingan antar nagari pada ajang Dharmasraya Champion League 2026 diprediksi berlangsung sengit setelah panitia resmi membagi peserta ke dalam delapan zona pertandingan.

Kompetisi sepak bola antar kampung terbesar di Sumatera Barat tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada 6 Juni 2026 dan menjadi salah satu program unggulan Bupati Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni.

Masing-masing zona akan memperebutkan dua tiket menuju babak 16 besar yang akan digelar di Gelanggang Olahraga Dharmasraya, Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.

Pada Zona 1, persaingan diprediksi berlangsung ketat antara klub nagari Silago, Sungai Kambut, dan Gunung Selasih. Klub-klub di zona ini dikenal memiliki permainan cepat dengan dukungan suporter yang cukup fanatik. Status Sungai Kambut sebagai tuan rumah dinilai menjadi keuntungan tersendiri.

Sementara itu, Zona 2 disebut sebagai salah satu “zona neraka” karena dihuni sejumlah klub tradisional seperti IV Koto Pulau Punjung, Sikabau, Sungai Dareh, dan Gunung Medan. Rivalitas panjang antarwilayah di Kecamatan Pulau Punjung diperkirakan membuat atmosfer pertandingan semakin panas dan ramai penonton.

Di Zona 3, kekuatan tim dinilai lebih merata dengan kehadiran Sitiung, Sungai Duo, Timpeh, dan Taratak Tinggi sebagai penantang utama. Faktor fisik dan stamina diperkirakan menjadi penentu karena jumlah peserta di zona ini lebih banyak dibanding wilayah lain.

Persaingan sengit juga diprediksi terjadi di Zona 4 yang dihuni Padang Laweh, Batu Rijal, Muaro Sopan, hingga Sungai Langkok. Tradisi sepak bola antar kampung di kawasan tersebut disebut masih sangat kuat dan memiliki basis suporter militan.

Sementara pada Zona 5, perhatian publik tertuju pada Tiumang dan Koto Salak yang dikenal memiliki banyak pemain muda potensial. Kehadiran Pulau Mainan dan Simalidu juga diyakini mampu menghadirkan kejutan.

Di Zona 6, Koto Baru sebagai tuan rumah diprediksi menjadi salah satu favorit. Namun mereka dipastikan mendapat perlawanan ketat dari Ampang Kuranji, Sialang Gaung, dan Koto Tinggi yang memiliki kekuatan tim cukup seimbang.

Adapun Zona 7 diperkirakan menjadi panggung rivalitas kawasan Koto Besar dan Koto Salak. Klub-klub seperti Koto Besar, Bonjol, hingga Kurnia Selatan memiliki sejarah panjang dalam turnamen sepak bola nagari.

Sementara itu, Zona 8 disebut sebagai wilayah dengan kekuatan “kuda hitam” paling banyak. Sungai Rumbai, Sungai Rumbai Timur, Sinamar, dan Lubuk Besar diprediksi mampu menghadirkan kejutan melalui permainan terbuka dan agresif.

Secara umum, Dharmasraya Champions League 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat serta menghidupkan kembali rivalitas positif antar nagari.

Turnamen tersebut juga diyakini akan menjadi salah satu hiburan rakyat terbesar di Kabupaten Dharmasraya sepanjang tahun 2026 sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan. (BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *