Peristiwa

Abrasi Terjang Kuala Enok, Empat Rumah Terseret ke Sungai

22
×

Abrasi Terjang Kuala Enok, Empat Rumah Terseret ke Sungai

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kondisi rumah yang dilanda tanah longsor di kawasan pesisir Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). (IR/HUC)

HarianUpdate.com | Tembilahan – Bencana tanah longsor kembali melanda kawasan pesisir Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (16/6/2026). Sedikitnya 14 rumah warga terdampak dalam peristiwa tersebut, dan empat di antaranya dilaporkan terseret ke sungai yang berada tidak jauh dari muara laut.

Longsor terjadi akibat abrasi yang dipicu hantaman ombak di wilayah pesisir. Kondisi kontur tanah yang labil membuat kawasan tersebut tergolong rawan mengalami longsor.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, longsor pertama terjadi di kawasan Pasar Kuala Enok sekitar pukul 09.45 WIB. Selang beberapa menit kemudian, longsor kembali terjadi di Jalan Kampung Jawa AEC sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansyah, mengatakan pihaknya masih berada di lokasi untuk membantu warga terdampak sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Tim kami masih berada di lokasi untuk membantu para korban sekaligus bersiaga mengantisipasi kejadian serupa,” kata Arliansyah, Rabu (17/6/2026).

Selain merusak rumah warga, longsor juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, di antaranya sebuah vihara, akses jalan umum, serta pelabuhan.

Akibat kejadian tersebut, belasan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman dari ancaman bencana. BPBD Inhil juga telah mendirikan posko darurat untuk membantu penanganan warga terdampak.

Kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp320 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Arliansyah menjelaskan, BPBD Inhil telah melakukan evakuasi terhadap warga terdampak dan saat ini masih melakukan pendataan serta identifikasi dampak longsor. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan unsur terkait lainnya.

“Untuk penyaluran bantuan bahan makanan pokok sudah kami lakukan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan segera berupa pengamanan lokasi serta bantuan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita,” ujarnya.

BPBD Inhil mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang memiliki kontur tanah labil dan berpotensi mengalami abrasi maupun longsor susulan. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *