HarianUpdate.com | Inhil – Sedikitnya 11 warga Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan menjadi korban gigitan seekor monyet liar yang diduga berkeliaran di kawasan permukiman. Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia.
Peristiwa tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena serangan satwa terjadi secara tiba-tiba di lingkungan permukiman warga.
Serangan terakhir dilaporkan terjadi pada Minggu (2/8/2026), ketika seorang perempuan yang sedang duduk di depan rumahnya di Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, diserang monyet liar.
Korban mengalami luka gigitan pada bagian kaki dan langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian vaksin antirabies sesuai prosedur.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Indragiri Hilir Herman bersama Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., meninjau langsung kondisi para korban sekaligus memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir dr. Udin Syafriudin, Camat Tembilahan Ari Syuria, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Junaidi Ismail.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyatakan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Indragiri Hilir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, serta Indragiri Hilir Shooting Club (IHSC) terus melakukan pencarian terhadap satwa tersebut.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet, termasuk kawasan tepian parit dan kolong rumah panggung warga. Dalam proses pencarian, petugas juga menggunakan perahu karet untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya pencarian masih berlangsung dan aparat belum menyampaikan informasi resmi mengenai keberadaan ataupun berhasil tidaknya evakuasi satwa tersebut.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk memperoleh arahan mengenai penanganan satwa liar tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah bersama Polres Indragiri Hilir mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri.
“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, serta tidak mencoba menangkap atau melumpuhkan monyet tersebut secara mandiri. Apabila melihat keberadaan satwa itu, segera laporkan kepada petugas Damkar, BPBD, atau pihak kepolisian agar dapat ditangani dengan aman,” demikian imbauan pemerintah daerah. (GM)











