Peristiwa

Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Hotspot di Kayu Raja, 30 Hektare Lahan Terdampak

×

Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Hotspot di Kayu Raja, 30 Hektare Lahan Terdampak

Sebarkan artikel ini

HarianUpdate.com | Inhil – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pemadaman dan pendinginan titik panas atau hotspot yang terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning di Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan melibatkan personel Polres Inhil, Polsek Keritang, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Berdasarkan pemantauan dashboard Lancang Kuning, sebelumnya terdeteksi sejumlah titik panas di wilayah Desa Kayu Raja. Petugas kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi titik api.

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan titik api yang masih menyala di kawasan Parit 17 dan Parit 18. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 25 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara sekitar 5 hektare lainnya masih dalam proses pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, terutama untuk mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

“Kami terus melakukan pemadaman dan pendinginan bersama seluruh unsur terkait. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat menyebabkan kebakaran meluas dan membahayakan lingkungan serta masyarakat,” ujar Donny.

Selain pemadaman dan pendinginan, petugas juga melakukan verifikasi lokasi, pembuatan sekat bakar serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Kami juga melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran. Untuk itu, kami meminta masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, salah satunya sulitnya mendapatkan sumber air. Kondisi lahan yang sebagian merupakan area gambut dan dalam kondisi kering juga membuat proses pemadaman melalui jalur darat menjadi lebih sulit.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, diperlukan langkah penanganan lanjutan apabila situasi memungkinkan, termasuk dukungan pemadaman melalui udara atau water bombing.

Kegiatan pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Sebagian titik api telah berhasil dipadamkan, namun petugas masih menemukan asap dan beberapa bagian lahan yang terbakar.

Penanganan kemudian dilanjutkan secara terpadu oleh BPBD, TNI, Polri, MPA, pemerintah desa dan masyarakat untuk memastikan titik api benar-benar padam serta mencegah munculnya kembali kebakaran.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Sementara itu, penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses penyelidikan oleh petugas. (GM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *