Daerah

Festival Literasi 2026 Digelar di Dharmasraya, Sekda Medison Dorong Budaya Baca

×

Festival Literasi 2026 Digelar di Dharmasraya, Sekda Medison Dorong Budaya Baca

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Sekda Dharmasraya, Medison, membuka Festival Literasi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2026. (BR/HUC)

HarianUpdate.com | Pulau Punjung — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya Medison secara resmi membuka Festival Literasi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah, Komplek Sport Center, Koto Padang, Selasa (28/7/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Medison, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan festival tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung semakin cepat.

Medison menyampaikan, literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara bijak.

Kemampuan tersebut, kata dia, penting untuk mendorong inovasi dan kreativitas sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami, mengolah, menganalisis, serta memanfaatkan informasi secara bijak untuk mendorong inovasi, kreativitas, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Medison saat membacakan sambutan Bupati.

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia yang unggul membutuhkan budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan.

Karena itu, keberadaan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah dinilai sebagai salah satu investasi strategis pemerintah daerah. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan ruang edukasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Medison juga mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya keluarga. Di lingkungan sekolah, ia mendorong penguatan pembelajaran yang inovatif serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan literasi.

Selain itu, digitalisasi layanan perpustakaan diharapkan dapat diperluas hingga ke tingkat nagari. Kolaborasi dengan komunitas literasi juga perlu diperkuat untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dharmasraya Asri selaku Ketua Panitia melaporkan, Festival Literasi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Juli 2026.

Festival tersebut digelar untuk meningkatkan budaya baca, memperkuat gerakan literasi masyarakat, sekaligus mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Sejumlah kegiatan disiapkan dalam festival tersebut, termasuk Gelar Wicara Inspiratif yang menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Bundo Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P., penulis novel Boy Candra, serta content creator dan influencer Uda Rio.

Selain gelar wicara, pengunjung juga dapat melihat Pameran Produk Literasi dan Produk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Pameran tersebut menampilkan berbagai hasil karya masyarakat, layanan perpustakaan, serta produk pemberdayaan masyarakat yang menjadi binaan perpustakaan.

Festival Literasi Dharmasraya 2026 juga diisi Penampilan Literasi Budaya Daerah berupa seni, sastra, bertutur, pembacaan puisi, dan berbagai pertunjukan budaya.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar, berkarya, dan berkolaborasi bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya baca dan memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya lokal. (BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *