HarianUpdate.com | Pekanbaru — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Rumah Sakit Bhayangkara Biddokkes Polda Riau membuka lima posko layanan kesehatan di sejumlah titik strategis Kota Pekanbaru. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan keberadaan posko kesehatan merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat memperoleh pelayanan secara cepat.
“Besok, Pemprov Riau bersama RS Bhayangkara Biddokkes Polda Riau akan membuka lima posko layanan kesehatan di Kota Pekanbaru. Ini menjadi langkah antisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla,” kata SF Hariyanto, Rabu (7/10/2026).
Menurut SF Hariyanto, posko ditempatkan di titik-titik yang mudah dijangkau masyarakat. Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk pemeriksaan kesehatan gratis, berkonsultasi terkait keluhan pernapasan, serta mendapatkan obat-obatan ringan dan masker.
“Kita ingin masyarakat yang mulai merasakan gejala ISPA, iritasi mata dan kulit akibat asap bisa segera tertangani. Jangan sampai menunggu sakit berat baru berobat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menjelaskan lima posko kesehatan tersebut memanfaatkan sejumlah Pos Lantas Gurindam yang berada di kawasan dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi.
Kelima lokasi tersebut yakni Pos Lantas Gurindam 1 di Jalan Cut Nyak Dien, Pos Lantas Gurindam 2 di Simpang Jalan Tuanku Tambusai–Jenderal Sudirman, Pos Lantas Gurindam 3 di Simpang Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pos Lantas Gurindam 4 di Simpang Jalan Ronggowarsito, serta Pos Lantas Gurindam 5 di Simpang SKA.
“Kita memanfaatkan pos lalu lintas karena berada di titik keramaian dan mudah diakses oleh masyarakat,” kata Zulkifli.
Zulkifli mengatakan pelayanan posko mulai berjalan pada Kamis (8/10/2026) dengan tahap awal selama tujuh hari. Pelayanan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Setiap posko akan diperkuat satu dokter, dua perawat serta satu sopir ambulans berikut kendaraan ambulans untuk mendukung penanganan apabila terdapat pasien yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut.
“Ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Pemprov Riau, RS Bhayangkara, Satlantas Polresta dan Pemko Pekanbaru,” ujarnya.
Selain unsur pemerintah dan kepolisian, pelayanan tersebut juga melibatkan jejaring rumah sakit pemerintah maupun swasta serta perguruan tinggi kesehatan di Pekanbaru.
Zulkifli menyebut keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk.
Zulkifli menegaskan, keberadaan lima posko tersebut tidak hanya berorientasi pada pengobatan atau penanganan kuratif. Posko juga difungsikan sebagai sarana edukasi kesehatan dan pencegahan bagi masyarakat yang terpapar kabut asap.
Menurutnya, masyarakat akan mendapatkan informasi mengenai cara menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang buruk, pemeriksaan kesehatan sederhana serta dukungan vitamin.
“Selain penanganan kesehatan, posko kesehatan ini juga menjadi wadah edukasi kesehatan bagi masyarakat. Di sana, kami juga memberikan edukasi tentang kesehatan preventif dan memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana,” ujarnya.
Ia menambahkan, petugas juga akan memberikan vitamin yang dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama menghadapi paparan asap.
Untuk warga yang mengalami gangguan kesehatan lebih serius, posko telah menyiapkan dukungan penanganan lanjutan, termasuk oksigen dan fasilitas rujukan ke rumah sakit.
“Bagi masyarakat yang memerlukan penanganan lebih, di antaranya juga menyediakan oksigen ataupun rujukan ke rumah sakit jika kondisi pasien memang memerlukan perawatan lebih,” kata Zulkifli.
Pemprov Riau mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul selama kabut asap. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata maupun keluhan lainnya diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan dan tidak menunggu kondisi semakin parah. (RB)











