HarianUpdate.com | Pekanbaru – Di balik langkah tegap seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang mendapat kepercayaan menjalankan tugas di tingkat nasional, tersimpan perjalanan panjang tentang disiplin, ketekunan, perjuangan dan dukungan keluarga.
Cerita itu kini dirasakan keluarga Rizqy Aditya Siregar, remaja 17 tahun asal Kabupaten Siak yang terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai Paskibraka Nasional.
Bagi ayahnya, Muhammad Isnaini Siregar, dan sang ibu, Dina Afnita, keberhasilan Rizqy bukan sekadar sebuah pencapaian. Terpilihnya sang putra menjadi Paskibraka Nasional menjadi jawaban atas doa dan perjuangan yang selama ini mereka berikan sejak Rizqy masih kecil.
“Rizqy ini anak kedua dari tiga bersaudara. Kalau orang-orang terdekatnya menilai, anak ini sudah terkenal saleh, berbakti kepada orang tua, penurut, dan tidak pernah menyakiti hati orang tua,” kata Dina Afnita saat diwawancarai Media Center Riau, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Dina, karakter yang dibangun sejak usia dini menjadi salah satu bekal penting bagi Rizqy ketika harus menjalani rangkaian seleksi Paskibraka yang cukup panjang dan penuh tantangan.
Ia meyakini keberhasilan putranya tidak semata-mata ditentukan kemampuan fisik. Sikap disiplin, akhlak, mental yang kuat serta doa keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
“Alhamdulillah doa-doa saya tembus langit, dan sifat elok laku dia juga yang membawanya terpilih sebagai Paskibraka Nasional,” ungkap Dina.
Dina mengaku sejak duduk di bangku sekolah dasar, Rizqy sudah memperlihatkan karakter yang berbeda. Putranya dinilai memiliki mental kuat dan tidak mudah mengeluh ketika menghadapi keadaan yang tidak nyaman.
“Kalau untuk fisiknya, sejak dari bangku SD, Rizqy sudah menunjukkan mental yang sangat kuat dan tidak cengeng,” tuturnya.
Ia bahkan masih mengingat sebuah kejadian ketika Rizqy mengalami luka akibat terbentur pagar kayu sekolah saat sedang bermain. Meski mengalami cedera, Rizqy disebut tidak menangis.
“Pernah dulu dia terluka akibat terbentur pagar kayu sekolah saat bermain, namun tidak menangis. Makanya kami yakin, anak ini bakal tumbuh hebat,” kenang Dina.
Seiring bertambahnya usia, karakter tersebut kemudian berkembang menjadi kebiasaan hidup disiplin. Rizqy aktif berolahraga dan memiliki kegemaran bermain sepak bola.
Ia beberapa kali mengikuti pertandingan untuk membawa nama sekolahnya. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga melatih kerja sama, sportivitas dan semangat kompetitif.
“Rizqy juga aktif berolahraga, paling suka dia main bola. Beberapa kali juga ikut bertanding untuk membawa nama sekolahnya,” kata Dina.
Selain mengikuti pertandingan, Rizqy juga memiliki rutinitas olahraga secara mandiri.
“Kalau setiap pagi itu biasanya rutin dia lakukan push up, pull-up, hingga jogging,” tambahnya.
Tidak hanya olahraga, Rizqy juga aktif mengikuti kegiatan Pramuka. Bagi keluarga, kegiatan tersebut turut membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan serta kemampuan bekerja dalam sebuah tim.
“Selain olahraga, dia juga aktif mengikuti kegiatan Pramuka. Pada bidang pendidikan, Alhamdulillah Rizqy punya nilai yang membanggakan,” jelas Dina.
Keseimbangan antara pendidikan, organisasi dan olahraga tersebut dinilai menjadi modal penting dalam perjalanan Rizqy hingga akhirnya berhasil menembus seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Dukungan keluarga pun tidak hanya diberikan ketika Rizqy mengikuti seleksi. Sejak kecil, Dina mengaku selalu memperhatikan pola hidup dan asupan makanan putranya agar pertumbuhan fisik dan konsentrasinya tetap terjaga.
“Dari kecil saya selalu menjaga pola makan sehat. Sampai saat ini saja dia masih rutin minum susu, makan sayur dan buah,” ujarnya.
Menurut Dina, kebiasaan tersebut sengaja dibangun sejak dini karena kondisi fisik menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mendukung aktivitas Rizqy.
“Karena kami sadar tanggung jawab perhatian tentu harus dibiasakan untuk dia, sebab ini juga berguna baginya,” katanya.
Perjalanan Rizqy menuju Paskibraka Nasional sendiri bermula ketika ia duduk di kelas 10 SMA. Saat itu, Rizqy menyampaikan keinginannya kepada keluarga untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat kabupaten.
Keluarga awalnya hanya mengira putranya akan mengikuti seleksi di tingkat kabupaten. Namun, proses tersebut ternyata terus berlanjut hingga tingkat provinsi dan nasional.
“Seleksi awal dimulai saat Rizqy duduk di kelas 10 SMA. Awalnya dia memberi tahu kami untuk ikut tes Paskibra tingkat kabupaten, nah ternyata seleksinya terus berlanjut sampai tingkat nasional,” ujar Dina.
Setiap tahapan seleksi dijalani Rizqy dengan kesungguhan. Keluarga bahkan sudah merasa sangat bersyukur ketika putranya dinyatakan lolos di tingkat kabupaten.
Namun, perjalanan Rizqy ternyata belum berakhir.
“Waktu lulus di kabupaten saja kami sudah sangat bersyukur. Rupanya ada jenjang ke provinsi, hingga akhirnya dapat undangan verifikasi ke tingkat pusat,” ungkap Dina.
Ia mengaku tidak pernah menyangka perjalanan putranya bisa sampai ke tingkat nasional.
“Kami tidak menyangka sama sekali, semua karena kemudahan dari Allah,” katanya.
Bagi Dina, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang dijalani Rizqy dengan tekun. Latihan, kedisiplinan, pendidikan, dukungan keluarga hingga doa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.
“Saya yakin berkat ketekunan, sungguh-sungguh, dan doa jalur langit, Rizqy berhasil lolos terpilih mewakili Riau ke tingkat nasional,” ucapnya.
Kini, keluarga berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Dina ingin pengalaman Rizqy sebagai Paskibraka Nasional menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh dalam mengejar cita-cita.
“Semoga pencapaian sebagai Paskibraka Nasional ini dapat menjadi jalan terbaik untuk menggapai cita-citanya sebagai Tentara,” harap Dina.
Bagi keluarga Rizqy, langkah sang putra menuju panggung nasional menjadi bukti bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Di balik seragam dan langkah tegap Paskibraka, ada latihan yang konsisten, karakter yang dibentuk sejak kecil, dukungan orang tua dan doa yang terus dipanjatkan.
Dari Kabupaten Siak, Rizqy kini membawa nama Riau ke tingkat nasional sekaligus menjadi gambaran bahwa generasi muda daerah mampu bersaing ketika diberikan kesempatan, dibekali disiplin dan didukung keluarga. (RB)











