Daerah

Kembangkan Potensi Desa, Sani Bertekad Bawa Produk Bantan Timur Menembus Pasar Ekspor

×

Kembangkan Potensi Desa, Sani Bertekad Bawa Produk Bantan Timur Menembus Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kepala Desa Bantan Timur, Sani. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis — Berangkat dari keinginan memajukan ekonomi masyarakat, Kepala Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Sani, terus mengembangkan berbagai usaha berbasis potensi lokal. Tak hanya ingin membuka lapangan pekerjaan bagi warga, ia juga bercita-cita membawa produk unggulan desanya menembus pasar internasional melalui kegiatan ekspor.

Sani merupakan kepala desa perempuan yang kembali dipercaya menjabat setelah mendapatkan perpanjangan masa jabatan selama dua tahun, hingga 2028. Sebelumnya, ia pernah memimpin Desa Bantan Timur hingga Agustus 2023.

Di luar aktivitas pemerintahan desa, Sani juga menekuni dunia usaha secara mandiri. Bahkan, selama tidak menjabat kepala desa, ia tetap produktif mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan desanya.

Usaha yang dikelolanya meliputi produksi arang tempurung kelapa, pengolahan kopra, perdagangan kelapa bulat, briket, jual beli buah pinang, hingga budi daya ikan lele.

Dalam menjalankan usahanya, Sani melibatkan sekitar 30 pekerja, terdiri atas lima laki-laki dan 25 perempuan. Sebagian besar pekerja perempuan tersebut merupakan ibu rumah tangga dari masyarakat Suku Akit.

Keterlibatan warga setempat menjadi bagian dari upayanya membuka kesempatan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Kini, pada usia 45 tahun, Sani ingin membawa usahanya ke tahap yang lebih luas. Ia mulai mempelajari mekanisme perdagangan internasional dan mempersiapkan diri untuk menjadi eksportir produk-produk potensial dari Desa Bantan Timur.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (31/10/2026), Sani mengatakan cita-citanya bukan semata-mata mengembangkan usaha pribadi, melainkan juga membuka peluang bagi masyarakat agar dapat terlibat lebih jauh dalam kegiatan ekonomi.

“Saya berharap masyarakat Desa Bantan Timur tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga bisa berkembang menjadi pelaku usaha. Potensi yang ada di desa harus kita dorong agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Harapan saya, ke depan hasil-hasil dari desa ini bisa kita ekspor,” ujar Sani.

Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dijalankan selama masih diberikan kepercayaan. Namun, pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya membangun masa depan desa.

Ia meyakini perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing dalam dunia usaha, termasuk di sektor perdagangan internasional.

“Menjadi pengusaha eksportir merupakan salah satu cita-cita saya. Perempuan juga bisa menjadi pengusaha, memiliki daya saing, dan menembus pasar dunia. Tentu harus mau belajar, bekerja keras, serta memahami prosesnya,” ungkapnya.

Sani menyadari bahwa kegiatan ekspor bukan sekadar mengirim barang ke luar negeri. Seorang eksportir harus memahami cara mencari pembeli, menentukan harga, memenuhi standar kualitas produk, mengurus dokumen perdagangan, hingga memastikan sistem pembayaran berlangsung aman.

Karena itu, saat ini ia masih berada dalam tahap mempelajari berbagai persyaratan dan mekanisme ekspor sebelum melangkah lebih jauh ke pasar internasional.

Selain mengembangkan usaha, Sani juga menaruh perhatian pada pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan desa. Limbah sabut kelapa, limbah pelepah atau upeh pinang, serta bahan organik lainnya direncanakan dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baginya, potensi desa harus dikelola secara berkelanjutan agar tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Sani berharap, pengembangan usaha berbasis potensi lokal dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya pelaku usaha baru di Desa Bantan Timur. Dengan peningkatan kualitas produk, pengetahuan perdagangan, serta dukungan berbagai pihak, ia ingin produk desa memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Cita-cita tersebut kini menjadi salah satu langkah yang ingin diwujudkannya: membangun ekonomi desa melalui usaha mandiri, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal menuju pasar ekspor. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *