Peristiwa

Lantai Tangsi Belanda Siak Ambruk Saat Study Tour, Belasan Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

16
×

Lantai Tangsi Belanda Siak Ambruk Saat Study Tour, Belasan Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Lantai Tangsi Belanda Siak Ambruk Saat Study Tour, Belasan Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit
Teks foto: Sejumlah pelajar sekolah dasar dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis usai lantai bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk saat kegiatan study tour, Sabtu (31/1/2026). RK/HUC

HarianUpdate.com | Siak – Bangunan cagar budaya Tangsi Belanda yang berada di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, mengalami kerusakan berat setelah lantai bagian atas bangunan ambruk, Sabtu (31/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi saat lokasi itu sedang dikunjungi puluhan pelajar sekolah dasar dalam kegiatan wisata edukasi.

Saat kejadian, rombongan siswa dari SD IT Baitul Ridho Rawangkao, Kecamatan Lubuk Dalam, tengah berada di dalam bangunan. Lantai bagian atas mendadak runtuh, memicu kepanikan di antara siswa dan guru pendamping.

Akibat insiden tersebut, sejumlah pelajar mengalami luka-luka. Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan sekitar 10 siswa harus dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, beberapa siswa lainnya serta satu orang guru dilaporkan mengalami luka ringan. Total peserta study tour tercatat sebanyak 55 siswa dengan didampingi sekitar 13 orang guru.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan bahwa dugaan awal runtuhnya lantai bangunan disebabkan oleh kondisi material yang telah mengalami pelapukan.

“Struktur kayu bangunan diduga sudah rapuh dan dimakan rayap. Saat ini penyebab pastinya masih dalam proses pendalaman,” ujar AKBP Sepuh Ade.

Ia menambahkan, aspek perawatan dan pemeliharaan bangunan bersejarah turut menjadi perhatian dalam penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Untuk itu, koordinasi dengan instansi terkait akan dilakukan guna memastikan faktor penyebab kejadian tersebut.

Pasca-insiden, pemerintah daerah memutuskan menutup sementara objek wisata Tangsi Belanda untuk kepentingan pemeriksaan teknis dan evaluasi keselamatan bangunan.

Sebagai catatan, Tangsi Belanda Siak pernah menjalani proses pemugaran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Siak pada tahun 2018–2019. Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan revitalisasi pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp5,2 miliar. Namun, perbaikan tersebut diketahui tidak mencakup seluruh bagian bangunan secara menyeluruh.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait aspek keamanan bangunan cagar budaya yang difungsikan sebagai objek wisata edukasi, khususnya yang melibatkan aktivitas pelajar di Kabupaten Siak. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *