Daerah

Tingkatkan Produktivitas Pekebun, Pemkab Bengkalis Sosialisasikan Program PSR 2026

35
×

Tingkatkan Produktivitas Pekebun, Pemkab Bengkalis Sosialisasikan Program PSR 2026

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Adi Zulhami, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi PKSP tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2026 di Kantor Camat Mandau. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perkebunan menggelar Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) tingkat kabupaten tahun 2026 di Kantor Camat Mandau, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Kecamatan Mandau, Pinggir, dan Bathin Solapan sebagai upaya meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Bengkalis.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkalis, serta Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Bengkalis. Para peserta diberikan pemahaman terkait program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), mulai dari aspek teknis hingga dukungan pembiayaan.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Sufandi, melalui Kepala Bidang Produksi, Adi Zulhami, mengatakan sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja.

“Perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas akibat penggunaan benih tidak unggul, tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan pekebun terkait praktik budidaya yang baik,” ujar Adi Zulhami.

Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara tahun 2025, luas perkebunan di Kabupaten Bengkalis mencapai sekitar 375 ribu hektare, dengan mayoritas merupakan perkebunan kelapa sawit rakyat. Dari total tersebut, sekitar 87,75 persen dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menargetkan program peremajaan sawit rakyat seluas 300 hektare pada tahun 2026 yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Program ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui regulasi Kementerian Pertanian serta pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),” katanya.

Adi Zulhami menambahkan, keberhasilan program PSR membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelembagaan petani, dan pihak swasta.

“Kerja sama kemitraan menjadi kunci, baik dalam penyediaan bibit berkualitas, pendampingan teknis, hingga akses pasar. Oleh karena itu, seluruh stakeholder diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong keberhasilan program ini,” tambahnya.

Ia juga mengajak para pekebun memanfaatkan program PSR sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan, sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pemerintah berharap pemahaman pekebun terhadap program peremajaan sawit semakin meningkat sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Camat Mandau, Rio Sentosa, asosiasi perkebunan, penyuluh pertanian, sejumlah kepala desa, serta para pekebun dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkalis. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *