Daerah

Sekda Riau Salat Iduladha di Masjid Raya Annur, Panitia Terima 8 Sapi dan 3 Kambing Kurban

8
×

Sekda Riau Salat Iduladha di Masjid Raya Annur, Panitia Terima 8 Sapi dan 3 Kambing Kurban

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi bersama ribuan jemaah melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Raya Annur Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (27/5/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Sekretaris Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Annur Riau, Syahrial Abdi, melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Raya Annur Provinsi Riau, Rabu (27/5/2026).

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Syahrial Abdi tampak mengenakan baju koko putih dan berada di saf depan bersama ribuan jemaah yang memadati area masjid sejak pagi hari.

Pada kesempatan itu, panitia kurban Masjid Raya Annur melaporkan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data panitia, total hewan kurban yang diterima dan siap disembelih tahun ini berjumlah delapan ekor sapi dan tiga ekor kambing.

Panitia menjelaskan, bantuan hewan kurban berasal dari berbagai instansi pemerintah, perusahaan daerah, perusahaan swasta, hingga unsur kepolisian di Provinsi Riau.

“Hewan kurban sapi berasal dari sejumlah instansi dan perusahaan, di antaranya Jamkrida Riau, PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), PHR, PTPN IV Regional III, Siak Pusako, Riau Petroleum Rokan, serta Kapolda Riau. Sementara itu, tiga ekor kambing berasal dari BKMT Provinsi Riau,” demikian laporan panitia sebelum pelaksanaan salat dimulai.

Sementara itu, khutbah Iduladha disampaikan oleh Buya Muhammad Abdih yang mengangkat tema tentang makna spiritual ibadah haji dan kurban sebagai bentuk kepasrahan total seorang hamba kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, Buya Muhammad Abdih menjelaskan ibadah haji menggambarkan momentum kepulangan manusia kepada Sang Pencipta tanpa dibedakan atribut duniawi maupun status sosial.

Ia mengatakan, bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, Allah SWT memberikan amalan pengganti yang memiliki nilai besar di sisi-Nya, salah satunya melalui ibadah kurban.

“Pesan penting dari 10 hari pertama bulan Zulhijah adalah jangan sampai ketergantungan kepada selain Allah lebih besar daripada ketergantungan kepada Allah SWT,” tegas Buya Muhammad Abdih di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan bahwa seseorang yang terlalu menggantungkan harapan pada harta, keluarga, maupun jabatan dapat diuji melalui hal-hal yang paling dicintainya.

Sebagai penutup khutbah, Buya Muhammad Abdih mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebagai pelajaran agar manusia tidak terikat berlebihan terhadap dunia.

“Karena itu, kita dianjurkan berkurban agar hati tidak terlalu terpaut dengan harta yang dimiliki,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan salat, jamaah tampak saling bersilaturahmi dan bersalaman di lingkungan Masjid Raya Annur dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. (RB)

Penulis: RobinEditor: Bowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *