Peristiwa

Teror Monyet Liar di Tembilahan Belum Berakhir, Korban Terus Bertambah

6
×

Teror Monyet Liar di Tembilahan Belum Berakhir, Korban Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ilustrasi monyet liar yang diduga agresif masih menghantui masyarakat Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Inhil. (GM/HUC)

HarianUpdate.com | Inhil – Teror monyet liar yang diduga agresif masih menghantui masyarakat Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Hingga Rabu (5/8/2026), jumlah warga yang menjadi korban gigitan satwa liar tersebut terus bertambah sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Korban dilaporkan berasal dari sejumlah lokasi berbeda di wilayah Tembilahan Hilir. Kondisi itu mengindikasikan monyet liar tersebut terus berpindah-pindah tempat, sehingga potensi terjadinya korban baru masih cukup tinggi.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir terus melakukan upaya pencarian dan penangkapan sejak 25 Juli 2026. Operasi tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail, bersama personelnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemunculan monyet pertama kali dilaporkan di kawasan RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, satwa itu berpindah hingga terpantau di sekitar Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet sehingga memunculkan dugaan terdapat lebih dari satu satwa liar yang berkeliaran.

Sejumlah korban telah mendapatkan penanganan medis. Zulianda (35) menjalani vaksinasi dan pengobatan di Puskesmas Gajah Mada, sedangkan Misnawati (62) harus dirawat di RSUD Puri Husada setelah mengalami luka gigitan serius yang mengharuskannya menerima 14 jahitan serta suntikan antirabies.

Menurut keterangan warga, serangan monyet terjadi secara tiba-tiba.

“Monyet itu menyerang tanpa diduga. Bahkan ada yang masuk ke bawah kolong rumah saat korban sedang beristirahat, lalu langsung menerkam,” ujar salah seorang warga.

Dalam proses pencarian, personel Damkar turut dibantu aparat kepolisian. Tim gabungan menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian monyet. Petugas juga membawa senapan angin sebagai langkah antisipasi apabila satwa tersebut kembali menyerang dan membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyisiran hingga monyet tersebut berhasil diamankan.

“Sejak laporan kami terima, kami langsung menurunkan personel untuk melakukan pencarian. Saya juga ikut turun langsung bersama tim karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya jumlah korban yang sudah mencapai delapan orang, tetapi lokasi korbannya juga tersebar di beberapa titik. Artinya, monyet ini terus berpindah-pindah sehingga berpotensi menimbulkan korban baru. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pelaksanaan pencarian di lapangan,” kata Junaidi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak berupaya menangkap monyet tersebut secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan.

“Apabila masyarakat melihat keberadaan monyet tersebut, segera laporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau pihak berwenang. Jangan mencoba menangkap atau memancing satwa tersebut. Kami akan terus melakukan pencarian hingga berhasil diamankan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tegasnya.

Di sisi lain, keresahan warga semakin meningkat karena monyet liar tersebut belum juga berhasil ditangkap.

“Kami khawatir, apalagi anak-anak setiap hari berangkat dan pulang sekolah. Sebagai orang tua tentu kami selalu waswas. Sampai kapan teror monyet ini akan berakhir?” ujar salah seorang warga dengan nada cemas.

Masyarakat berharap upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan segera membuahkan hasil sehingga aktivitas warga dapat kembali berlangsung normal tanpa dihantui ancaman serangan monyet liar. (GM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *