HarianUpdate.com | Inhil – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Indragiri Hilir, Jumat (7/8/2026). Apel tersebut menjadi wujud kesiapsiagaan seluruh unsur dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Apel dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. Tantawi Jauhari, M.M., CGRE, mewakili Bupati Indragiri Hilir. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Kasdim 0314/Inhil Mayor Inf. Jakobus Hamonangan Haloho, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, perwakilan perusahaan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Sekda Tantawi Jauhari menegaskan bahwa apel siaga merupakan bentuk komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Apel siaga ini merupakan langkah nyata untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan koordinasi lintas sektor siap bergerak apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Ini juga merupakan tindak lanjut atas Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Tahun 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi karena didominasi lahan gambut, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Apalagi adanya pengaruh cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan potensi kekeringan sehingga risiko kebakaran semakin besar apabila tidak diantisipasi sejak dini,” katanya.
Sekda juga memaparkan tren penanganan Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir. Pada 2023 tercatat luas kebakaran mencapai 340,75 hektare dengan 692 titik api. Angka tersebut turun menjadi 254,3 hektare dengan 534 hotspot pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 166,6 hektare dengan 304 titik api pada 2025.
“Namun hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 204,1 hektare dengan 613 titik api. Kecamatan Gaung menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak sehingga membutuhkan perhatian khusus,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh instansi agar meningkatkan patroli terpadu, deteksi dini, koordinasi lintas sektor, edukasi kepada masyarakat, serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan.
“Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Seluruh pihak harus bergerak bersama agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” tegasnya.
Usai apel, Sekda bersama Kapolres, Kasdim, dan unsur Forkopimda melakukan pemeriksaan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta perlengkapan penanggulangan Karhutla guna memastikan seluruh kekuatan siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Pada kesempatan itu, Kapolda Riau melalui Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto menyerahkan bibit pohon kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, instansi terkait, dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Selain itu, juga dibagikan maklumat larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Kapolres AKBP Donny Eko Listianto menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun aparat.
“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini,” tegas Kapolres.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar,” katanya.
Apel Siaga Darurat Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Indragiri Hilir untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat langkah pencegahan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. (GM)











