HarianUpdate.com | Muba – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat upaya mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang legal, berkelanjutan, dan berdaya saing guna meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjawab tuntutan pasar global.
Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Workshop dan Sosialisasi Project Advancing Traceability, Legality and Sustainability (ATLAS), hasil kolaborasi International Trade Centre (ITC) dan Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) dengan dukungan Uni Eropa, yang berlangsung di Auditorium Pemkab Musi Banyuasin, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Dr. Drs. H. Iskandar Syahrianto, M.H., mewakili Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., didampingi Kepala Dinas Perkebunan Musi Banyuasin Drs. Bustanul Arifin, serta dihadiri perwakilan perusahaan, organisasi, dan para pemangku kepentingan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Dalam sambutannya, Iskandar Syahrianto menyampaikan apresiasi kepada ITC, FORTASBI, dan Uni Eropa atas kolaborasi yang dilakukan dalam mendukung penguatan tata kelola sektor kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Program ATLAS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, legalitas, dan keberlanjutan sektor kelapa sawit, sekaligus memperkuat daya saing produk sawit rakyat di pasar global,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia, Musi Banyuasin berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan koperasi, legalitas lahan, serta penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan terus mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar tata kelola perkebunan sawit semakin baik dan mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani serta pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Forum Sekretariat Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI), Rukaiyah Rafik, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terhadap pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
“Melalui Program ATLAS, Musi Banyuasin memiliki potensi menjadi daerah percontohan dalam penerapan standar ketertelusuran, legalitas, dan keberlanjutan yang sesuai dengan tuntutan pasar internasional,” ungkap Rukaiyah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Gatra, Muzamil, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan serta mengajak petani plasma maupun petani swadaya memenuhi standar nasional dan internasional.
“Kami siap mendukung penerapan praktik perkebunan sawit yang berkelanjutan agar produk sawit rakyat memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan pasar global,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Workshop dan Sosialisasi Program ATLAS, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, petani, koperasi, perusahaan, dan mitra internasional dalam mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang legal, transparan, berkelanjutan, dan berdaya saing. (BW)











