Daerah

Pemprov Riau Siap Implementasikan Manajemen Talenta ASN, Indikator BKN Capai 100 Persen

8
×

Pemprov Riau Siap Implementasikan Manajemen Talenta ASN, Indikator BKN Capai 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin Ekspose Manajemen Talenta ASN di Jakarta, Senin (2/6/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus memantapkan penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat Sistem Merit dan mewujudkan birokrasi yang profesional, objektif, transparan, serta berorientasi pada kinerja.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat pelaksanaan Ekspose Manajemen Talenta ASN yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Jakarta, Senin (2/6/2026).

Dalam forum tersebut, BKN menilai Pemerintah Provinsi Riau telah menunjukkan kesiapan yang sangat baik dalam mengimplementasikan Manajemen Talenta ASN. Bahkan, kelengkapan indikator pada tiga pilar utama percepatan pembangunan Manajemen Talenta ASN telah mencapai 100 persen.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan penerapan Manajemen Talenta merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap ASN memperoleh kesempatan pengembangan karier secara objektif berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja yang dimiliki.

“Melalui Manajemen Talenta, kami ingin memastikan bahwa pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja, sehingga mampu menghadirkan birokrasi yang semakin profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hariyanto.

Menurutnya, birokrasi yang profesional hanya dapat terwujud apabila pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara terukur, transparan, dan berbasis sistem yang akuntabel.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau selama beberapa tahun terakhir telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung untuk penerapan Manajemen Talenta ASN. Salah satunya melalui pembangunan Talent Pool ASN yang menjadi basis pengelolaan karier aparatur secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemprov Riau juga telah melaksanakan pemetaan talenta menggunakan metode 9-Box Matrix guna mengidentifikasi potensi dan kinerja ASN secara komprehensif. Langkah tersebut didukung keberadaan UPT Penilaian Kompetensi ASN yang telah dikembangkan sejak tahun 2015.

Sementara itu, Wakil Kepala BKN, Suharmen, menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Riau dalam menyiapkan implementasi Manajemen Talenta ASN.

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa Provinsi Riau telah memenuhi seluruh indikator pada Pilar I, Pilar II, dan Pilar III percepatan pembangunan Manajemen Talenta ASN.

“Secara umum Provinsi Riau sudah siap untuk menerapkan Manajemen Talenta ASN. Kelengkapan indikator pada Pilar I, Pilar II, dan Pilar III percepatan pembangunan Manajemen Talenta telah mencapai 100 persen,” kata Suharmen.

Meski demikian, BKN memberikan sejumlah masukan untuk semakin menyempurnakan sistem yang telah dibangun. Di antaranya optimalisasi pembaruan data kinerja ASN serta penguatan Document Management System (DMS) atau sistem arsip digital ASN.

“Kami mendorong agar pembaruan data dilakukan secara berkala dan sosialisasi terus dimaksimalkan sehingga seluruh pegawai dapat melengkapi data yang dibutuhkan dalam sistem. Optimalisasi data kinerja dan Document Management System menjadi faktor penting karena turut memengaruhi penilaian dalam Manajemen Talenta ASN,” jelasnya.

Suharmen berharap implementasi Manajemen Talenta ASN di Provinsi Riau dapat berjalan optimal dan menjadi instrumen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

“Semoga Manajemen Talenta dapat diterapkan dengan baik di Provinsi Riau untuk mewujudkan good governance dan world class government dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tutupnya.

Melalui pelaksanaan ekspose tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap segera memperoleh persetujuan resmi dari BKN untuk menerapkan Manajemen Talenta ASN secara penuh. Dengan demikian, sistem tersebut dapat digunakan dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), pengembangan karier, promosi, rotasi, maupun mutasi ASN berbasis Talent Pool yang telah disiapkan. (RB)

Penulis: RobinEditor: Bowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *