HarianUpdate.com | Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif melalui pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dharmasraya periode 2025–2030, Selasa (28/4/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Drs. Jasman Dt. Bandaro Bendang MM bersama jajaran pemerintah daerah, Bupati Dharmasraya periode 2005–2010 Marlon Martua, pengurus Persit, Bhayangkari, Adhyaksa Dharmakarini, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Dharmasraya.
Dalam kepengurusan yang baru dilantik, Hj. Rafnelly Rafki Marlon dipercaya sebagai Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Dharmasraya, didampingi Lisma Dewi sebagai Wakil Ketua.
Sementara itu, jabatan Ketua Harian diemban secara ex-officio oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Wakil Ketua Harian dijabat Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Sekretaris dijabat Kepala Bidang Perindustrian, Wakil Sekretaris oleh Ny. Lasta Jasman, Bendahara oleh Bertiza Handayani, dan Wakil Bendahara oleh Ny. Dewi Alfiandri.
Kepengurusan juga diperkuat sejumlah koordinator bidang, di antaranya Bidang Kemitraan dipimpin Hj. Devi Ekawati, Bidang Manajemen Usaha oleh Seprianda, Bidang Wirausaha Baru oleh Muklis, Bidang Daya Saing oleh Benny Mandala Putra, Bidang Pendanaan oleh Marten Yunus, serta Bidang Promosi dan Hubungan Masyarakat oleh Robbi Suhendra.
Dalam sambutannya, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menegaskan pentingnya peran Dekranasda sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam membina pengrajin lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.
“Di bawah binaan Ibu Rafnelly Rafki, kami yakin Dekranasda Kabupaten Dharmasraya akan semakin maju, lebih aktif membina para pengrajin, dan mampu membawa produk UMKM serta kerajinan daerah naik kelas hingga dikenal luas di pasar luar daerah,” ujar Annisa.
Menurutnya, produk unggulan khas Dharmasraya seperti batik tanah liek, tas kambuik, dan berbagai kriya lokal lainnya memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk dari daerah lain.
Namun demikian, Annisa menilai tantangan utama saat ini masih berada pada aspek promosi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.
Ia meminta pengurus Dekranasda yang baru dilantik tidak hanya fokus pada kegiatan promosi dan pameran, tetapi juga aktif melakukan pembinaan melalui pelatihan, bimbingan teknis, hingga studi tiru guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pengrajin lokal.
Selain itu, Bupati Annisa juga meminta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan memperkuat strategi pemasaran digital agar produk UMKM Dharmasraya mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Saya ingin melihat tahun depan produk kerajinan dan UMKM Dharmasraya di bawah binaan Dekranasda naik level, tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar luar daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Dharmasraya, Hj. Rafnelly Rafki Marlon, menilai keberagaman budaya dan sejarah panjang Dharmasraya menjadi modal penting dalam membangun kekuatan ekonomi kreatif berbasis kerajinan lokal.
Menurutnya, Dekranasda harus hadir sebagai wadah yang mampu menggerakkan potensi masyarakat agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah.
“Dekranasda bukan lagi sekadar organisasi ‘tukang buat acara’, tetapi harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Rafnelly.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui pengembangan unit usaha produktif agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana hibah pemerintah daerah.
Rafnelly menyebut sejumlah potensi yang dapat dikembangkan di Dharmasraya, di antaranya pusat produksi dan konveksi batik serta seragam sekolah, pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk kriya bernilai ekspor, hingga pembangunan galeri dan rest area premium di jalur lintas Sumatera sebagai pusat oleh-oleh khas daerah.
Selain itu, penguatan jasa desain, kurasi produk, branding kemasan, sertifikasi produk, hingga pengembangan wisata edukasi membatik dan menenun juga dinilai memiliki peluang besar dalam memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.
“Kita sering gagal bukan karena mimpi yang terlalu besar, tapi karena usaha yang terlalu kecil,” ujarnya.
Pelantikan pengurus Dekranasda tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, organisasi perempuan, dunia perbankan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya. (BR)











