Ekonomi & Bisnis

Monitoring Pasar Arengka, Pemko Pekanbaru Pastikan Stok Pangan Aman

10
×

Monitoring Pasar Arengka, Pemko Pekanbaru Pastikan Stok Pangan Aman

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Tim Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Kota Pekanbaru saat melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Pagi Arengka. (ED/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Tim Sapu Bersih (Saber) Harga Pangan Pemerintah Kota Pekanbaru menemukan harga sejumlah komoditas pangan strategis masih relatif stabil saat melakukan monitoring di Pasar Pagi Arengka, Kamis (11/6/2026). Bahkan, beberapa komoditas utama tercatat mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

Monitoring tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Bulog, Polresta Pekanbaru, Kejaksaan Negeri Pekanbaru, serta unsur TNI.

Selain memantau perkembangan harga, tim juga memastikan ketersediaan bahan pangan di Kota Pekanbaru dalam kondisi aman dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Adrizal, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harga kebutuhan pokok masyarakat masih terkendali.

“Secara umum harga komoditas pangan di Pekanbaru stabil. Tidak ada yang melonjak signifikan, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan,” kata Adrizal usai memimpin monitoring.

Menurutnya, penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas telur ayam dan daging ayam.

Saat ini, harga telur ayam berada pada kisaran Rp44.000 hingga Rp48.000 per papan, tergantung ukuran dan kualitas. Telur grade A dijual sekitar Rp48.000 per papan, grade B Rp46.000 per papan, dan grade C Rp44.000 per papan.

Sementara itu, harga ayam potong turun dari sekitar Rp29.000 per kilogram menjadi Rp26.000 per kilogram. Untuk ayam berukuran besar, harga bahkan diperkirakan dapat mencapai Rp25.000 per kilogram.

Selain telur dan ayam, harga cabai merah juga mengalami penurunan. Jika saat Iduladha sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram, kini cabai merah Bukit dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah Medan berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Di sisi lain, bawang putih menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga. Saat ini, bawang putih dijual antara Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berkisar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

“Mungkin karena faktor nilai tukar rupiah. Sebagaimana diketahui, untuk bawang putih mayoritas masih berasal dari impor,” ujar Adrizal.

Untuk komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng, harga terpantau stabil. Pemerintah juga masih menyalurkan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui jaringan distribusi yang telah ditentukan.

Terkait minyak goreng, Adrizal memastikan stok secara umum masih mencukupi. Namun, untuk produk Minyakita kemasan satu liter, ketersediaannya di tingkat kios relatif terbatas akibat tingginya permintaan masyarakat.

“Dari kios yang menjadi sampel monitoring, stok yang tersedia hanya Minyakita ukuran dua kilogram,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan informasi dari Bulog, pasokan Minyakita kemasan satu liter masih tersedia dan proses distribusinya terus berjalan.

Adrizal menegaskan, kegiatan monitoring dilakukan secara rutin guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, sekaligus mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak terpancing isu kenaikan harga yang dapat memicu panic buying. Tidak boleh ada pihak yang bermain-main dengan harga komoditas pangan, terutama yang sudah ditetapkan pemerintah melalui Harga Eceran Tertinggi,” tegasnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat. (Ed)

Penulis: EdiEditor: Bobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *