HarianUpdate.com | Bengkalis – Pembangunan rumah bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bengkalis untuk Jasman, warga kurang mampu di Desa Tameran, mulai mendapat sorotan.
Rumah bantuan tersebut disebut belum sepenuhnya rampung. Selain progres pekerjaan, penggunaan sejumlah material bangunan juga dipertanyakan dan diminta untuk dicocokkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis pekerjaan.
Sorotan itu disampaikan Ketua DPD LSM GERAK-INDONESIA, Emos Gea. Ia menyoroti material pada bagian dinding yang disebut menggunakan batu seperempat. Sebagai pembanding, rumah bantuan serupa di Desa Damai disebut menggunakan batu setengah.
Menurut Emos, perbedaan material tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen pekerjaan dan kondisi fisik bangunan.
“Kalau memang spesifikasinya berbeda, harus jelas dasar dan acuannya. Apakah sesuai RAB atau ada perubahan dalam pelaksanaan,” tegas Emos.
Selain material dinding, Emos juga menyoroti pekerjaan plafon yang disebut belum rampung. Karena itu, ia meminta kondisi fisik rumah diperiksa dan dicocokkan dengan RAB, spesifikasi teknis, serta volume pekerjaan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan pembangunan rumah bantuan berjalan sesuai perencanaan dan tujuan program.
Ia juga meminta Pemerintah Desa Tameran di bawah kepemimpinan Kepala Desa Arifin memberikan penjelasan terkait penggunaan material, perkembangan pekerjaan, serta pihak yang melaksanakan pembangunan.
“Semua harus terang, mulai dari RAB, pelaksanaan hingga hasil akhirnya. Jangan sampai bantuan untuk masyarakat kurang mampu justru menyisakan persoalan,” ujarnya.
Emos menegaskan, sorotan terhadap pembangunan rumah tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dokumen dan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik bangunan.
Ia juga meminta BAZNAS Kabupaten Bengkalis memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan dan kondisi rumah yang disebut belum dapat diserahterimakan kepada penerima manfaat.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Ismail, S.Sos., menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Baik, Pak. Insyaallah hari Kamis kami cek lapangan, ya, Pak,” ujar Ismail, Selasa (22/9/2026).
Sebelumnya, Ismail menyampaikan dirinya sedang berada di luar daerah dan meminta materi konfirmasi dikirimkan untuk dipelajari.
Pengecekan lapangan tersebut akan menjadi bagian dari upaya BAZNAS memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi dan progres pembangunan sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Hasil pengecekan diharapkan dapat menjelaskan kondisi fisik rumah, progres pekerjaan, serta kesesuaian pelaksanaan pembangunan dengan dokumen perencanaan yang menjadi dasar program bantuan.
Sementara itu, Kepala Desa Tameran, Arifin, telah dimintai konfirmasi terkait pembangunan rumah bantuan tersebut.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Arifin belum memberikan tanggapan mengenai progres pekerjaan, penggunaan material, pihak pelaksana, maupun kondisi bangunan.
Redaksi HarianUpdate.com tetap membuka ruang konfirmasi, koreksi, dan hak jawab bagi BAZNAS, Pemerintah Desa Tameran, pelaksana pembangunan, maupun pihak lain yang berkaitan dengan pemberitaan ini. (ZA)











