Peristiwa

Karhutla Pematang Pudu Belum Tuntas, Pendinginan Dilanjutkan Hari Keenam

34
×

Karhutla Pematang Pudu Belum Tuntas, Pendinginan Dilanjutkan Hari Keenam

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Personel Manggala Agni bersama tim gabungan melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, masih terus berlanjut. Memasuki hari keenam operasi, tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih menemukan kepulan asap di sejumlah titik sehingga proses pendinginan akan kembali dilaksanakan pada Senin (20/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone pada Minggu (19/7/2026) sore, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, bara api yang masih tersimpan di lapisan gambut membuat proses penanganan belum dapat dihentikan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan empat regu Manggala Agni akan kembali diterjunkan guna memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Api aktif sudah berhasil kami padamkan. Namun, pekerjaan belum selesai karena masih terdapat asap yang keluar dari bawah permukaan. Besok pagi empat regu Manggala Agni kembali melanjutkan pemadaman dan pendinginan hingga benar-benar tuntas. Prinsip kami, jangan sampai ada potensi api menyala kembali,” kata Ferdian, Minggu (19/7/2026) malam.

Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan. Bara api yang berada di bawah tanah harus dipastikan benar-benar padam agar tidak kembali memicu kebakaran.

“Penanganan asap sama pentingnya dengan penanganan api. Selama masih ada asap, berarti masih ada panas di bawah permukaan yang harus kami dinginkan. Karena itu operasi akan terus kami lakukan sampai lokasi dinyatakan benar-benar aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Ferdian menyampaikan perkembangan positif dari penanganan karhutla di wilayah lain. Kebakaran di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah tiga hari operasi.

Karhutla yang melanda lahan seluas sekitar 10 hektare tersebut ditangani oleh satu regu Manggala Agni Daops Pekanbaru bersama unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.

“Alhamdulillah, lokasi di Desa Kasang Padang sudah dapat dinyatakan padam total setelah tiga hari operasi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga penanganannya berjalan optimal,” tuturnya.

Keberhasilan serupa juga dicapai di Desa Barangan, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, di mana kebakaran lahan seluas sekitar 1,77 hektare yang berada di kawasan Jalan Lintas Timur berhasil dipadamkan pada hari kedua operasi.

Meski demikian, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera menyatakan fokus utama saat ini tetap diarahkan ke lokasi kebakaran di Desa Pematang Pudu yang masih membutuhkan pendinginan intensif.

“Dengan padamnya lokasi di Barangan dan Kasang Padang, saat ini fokus utama kami tetap berada di Pematang Pudu yang masih membutuhkan proses pendinginan intensif. Kami juga mengapresiasi dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, maupun relawan yang terus bekerja bersama di lapangan,” kata Ferdian.

Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan pemantauan di seluruh lokasi bekas kebakaran akan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *