Politik

DPRD Riau Sebut Program MBG Justru Berpotensi Tingkatkan PAD

3
×

DPRD Riau Sebut Program MBG Justru Berpotensi Tingkatkan PAD

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Riau, Abdullah. (IR/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Riau, Abdullah, menegaskan bahwa pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak pernah menyebutkan adanya penurunan PAD.

Menurut Abdullah, yang disampaikan pemerintah daerah adalah adanya penurunan dari sisi retribusi kantin sekolah, bukan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseluruhan.

“Saya hadir dalam rapat paripurna tersebut, bahkan saya yang bertanya langsung. Jadi memang tidak ada penyampaian bahwa PAD menurun, tetapi yang disampaikan adalah retribusi, dan nilainya pun tidak signifikan,” kata Abdullah.

Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS itu mengaku perlu meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan dampak positif bagi daerah, baik dari sisi efisiensi belanja maupun peningkatan aktivitas ekonomi.

“Plt Gubernur menyampaikan retribusi kantin turun sekitar Rp77 juta, tetapi di sisi lain terdapat efisiensi belanja APBD hingga puluhan miliar rupiah dan potensi peningkatan PAD yang jauh lebih besar. Ini menunjukkan bahwa Program MBG memiliki dampak positif,” ujarnya.

Abdullah mengatakan, DPRD Riau mendukung langkah Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan PAD melalui berbagai sektor yang saat ini terus dioptimalkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemerintah Provinsi Riau telah menyampaikan adanya penghematan belanja APBD dari sektor konsumsi di sekolah-sekolah berasrama milik pemerintah daerah setelah program tersebut terintegrasi dengan MBG.

“Sepengetahuan saya, Plt Gubernur tidak pernah menyampaikan bahwa PAD turun akibat Program MBG. Ini poin penting yang kami tangkap di DPRD. Kami berharap persoalan ini menjadi jelas dan tidak berkembang menjadi fitnah,” tegasnya.

Abdullah menambahkan, peningkatan PAD secara tahunan (year on year) mencapai sekitar Rp340 miliar berasal dari berbagai sektor, termasuk dampak pertumbuhan aktivitas ekonomi yang ditimbulkan Program MBG.

Selain itu, program tersebut disebut turut membuka peluang kerja bagi lebih dari 31 ribu orang serta berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan dari sektor pajak bahan bakar.

“Karena itu, kami mendukung upaya Pemprov Riau dalam mengoptimalkan pendapatan daerah sekaligus mendukung program strategis nasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (IR)

Penulis: IrwanEditor: Bobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *