Daerah

Plt Gubri Tegaskan MBG Tidak Pengaruhi Retribusi Daerah, Disdik Riau Akui Salah Input Data

18
×

Plt Gubri Tegaskan MBG Tidak Pengaruhi Retribusi Daerah, Disdik Riau Akui Salah Input Data

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan klarifikasi terkait polemik pengaruh Program Makan Bergizi Gratis terhadap retribusi daerah. (IR/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berpengaruh terhadap penurunan pendapatan retribusi daerah. Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya polemik dan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat terkait dampak program tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

SF Hariyanto juga menyampaikan permohonan maaf atas informasi yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau, apabila terdapat informasi serta penyampaian data yang anomali sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, saya ingin meluruskan berita yang beredar agar tidak menjadi informasi yang tidak akurat,” kata SF Hariyanto.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau mendukung penuh pelaksanaan Program MBG karena sejalan dengan semangat efisiensi anggaran daerah. Program tersebut bahkan dinilai mampu menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp45 miliar per tahun.

“Kita mendukung program MBG karena bersinergi dengan semangat efisiensi APBD. Hal itu terbukti dengan adanya program MBG, kita bisa menghemat anggaran sebesar Rp45 miliar per tahun untuk biaya makan minum sekolah berasrama atau boarding school,” ujarnya.

Terkait isu penurunan retribusi kantin sekolah, SF Hariyanto memastikan dampaknya sangat kecil terhadap PAD Provinsi Riau secara keseluruhan.

“Angka keseluruhan retribusi jika dipersentasekan dengan PAD secara keseluruhan hanya berkisar 0,01 persen atau di bawah satu persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, Program MBG justru memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.

“Kami juga mendukung pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional bahwa kantin-kantin sekolah akan dihidupkan kembali. Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, jasa distribusi hingga sektor pendukung lainnya,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penelusuran, Pemprov Riau menemukan adanya kesalahan input data dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait kontribusi retribusi kantin sekolah yang dilaporkan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau. Data tersebut kemudian diteruskan tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan tidak ada pengaruh Program MBG terhadap penurunan retribusi daerah. Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan tidak menjadi bola liar di publik,” tegas SF Hariyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Teza Darsa, mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian laporan prognosis kepada Bapenda Riau.

“Kami telah keliru dalam menyampaikan Program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah,” kata Teza.

Atas kesalahan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyampaikan permohonan maaf kepada Plt Gubernur Riau, Bapenda Riau, dan masyarakat.

“Dalam kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapenda Provinsi Riau, dan masyarakat Riau atas kesalahan kami dalam menyampaikan laporan yang tidak benar sehingga mengakibatkan permasalahan ini terjadi,” tutupnya. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *