Daerah

Sambut HUT ke-81 RI, Kecamatan Simeulue Cut Gelar Lomba Antar Desa

2
×

Sambut HUT ke-81 RI, Kecamatan Simeulue Cut Gelar Lomba Antar Desa

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, membuka rangkaian lomba antar desa dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (HD/HUC)

HarianUpdate.com | Simeulue – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kecamatan Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue. Pemerintah kecamatan bersama masyarakat menggelar berbagai perlombaan antar desa sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan.

Beragam cabang perlombaan disiapkan untuk melibatkan masyarakat dari berbagai desa, mulai dari olahraga hingga seni dan budaya.

Ketua Panitia, Jasriman, mengatakan sejumlah perlombaan yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli putra dan putri, lomba bercerita menggunakan bahasa Simolol, seni Nasyid Rabbana hingga tari kreasi baru.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan.

“Perlombaan ini bukan sekadar memperebutkan piala atau kemenangan semata, melainkan wadah nyata mempererat silaturahmi, jiwa gotong royong dan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan antarwarga se-Kecamatan Simeulue Cut,” ujar Jasriman.

Ia menjelaskan, pembukaan rangkaian lomba antar desa telah dilaksanakan pada Sabtu dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin.

Pembukaan ditandai dengan penyerahan bantuan perlengkapan olahraga berupa bola kaki dan bola voli kepada masyarakat.

Bantuan tersebut merupakan sumbangan Anggota DPRK Simeulue dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Zainudin, yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Nusar Amin dengan didampingi Camat Simeulue Cut.

Sementara itu, Camat Simeulue Cut Puput Feri Hidayat mengatakan kegiatan lomba menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI telah menjadi tradisi yang terus dipertahankan di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan secara rutin selama enam tahun berturut-turut.

“Kegiatan ini kami gelar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Jadi, masyarakat tidak hanya berkumpul untuk bertanding, tetapi juga memperkuat persaudaraan,” kata Puput.

Ia menilai semarak perayaan kemerdekaan juga dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran warga dari berbagai desa selama rangkaian perlombaan turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Lebih dari sekadar seremonial, momentum ini juga kami manfaatkan untuk turut membangkitkan dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.

Puput berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu memperkuat persatuan, gotong royong dan rasa memiliki terhadap daerah,” pungkasnya.

Rangkaian lomba antar desa tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi masyarakat Simeulue Cut untuk merayakan kemerdekaan secara positif, sekaligus menjaga tradisi kebersamaan dan budaya lokal di tengah masyarakat. (HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *