HarianUpdate.com | Natuna – Antusiasme masyarakat Kabupaten Natuna dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap tinggi. Berada di wilayah perbatasan dan terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat Natuna dinilai tetap menunjukkan rasa bangga dan kecintaan terhadap tanah air.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas (Kesbangpol Linmas) Natuna, Helmi Wahyuda, mengatakan berbagai isu yang berkembang di sejumlah daerah terkait perayaan HUT RI tidak menyurutkan semangat masyarakat Natuna untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.
Menurutnya, masyarakat Natuna tetap menunjukkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dengan memasang bendera Merah Putih serta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI.
“Semangat masyarakat Natuna untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI tetap tinggi. Berbagai isu yang berkembang di luar daerah tidak menyurutkan rasa bangga dan syukur masyarakat Natuna sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” kata Helmi.
Ia menjelaskan, pemasangan bendera Merah Putih di lingkungan masyarakat, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga rukun warga (RW), berlangsung atas kesadaran masyarakat.
“Pemasangan bendera Merah Putih dilakukan masyarakat dengan kesadaran sendiri, bukan karena adanya paksaan dari pihak tertentu. Sejak awal Agustus, masyarakat sudah mulai memasang bendera di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Antusiasme tersebut juga terlihat dalam berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT RI. Sehari sebelum puncak peringatan, masyarakat dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam pawai budaya yang dipusatkan di Pantai Piwang Ranai.
“Bahkan sehari sebelum puncak rangkaian peringatan, warga cukup antusias mengikuti pawai budaya yang dipusatkan di Pantai Piwang Ranai. Begitu juga dengan pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera,” jelas Helmi.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi gambaran bahwa rasa kebangsaan masyarakat Natuna tetap kuat. Terlebih, Natuna merupakan salah satu daerah yang berada di kawasan perbatasan Indonesia sehingga semangat menjaga persatuan dan kecintaan terhadap NKRI menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Helmi menyebut, kekuatan Natuna tidak hanya terlihat dari semangat memperingati kemerdekaan, tetapi juga dari keberagaman masyarakatnya.
Dalam perjalanan perkembangan daerah, Natuna dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Selain masyarakat Melayu dan Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari perkembangan ekonomi dan perdagangan, masyarakat Natuna kini semakin beragam.
“Natuna memiliki masyarakat yang beragam. Ada Melayu, Tionghoa, Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis, Makassar, Batak, Banjar, Dayak, Sunda, Flores, serta masyarakat dari berbagai daerah lainnya,” ungkapnya.
Keberagaman tersebut, kata dia, tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Bunguran Besar sebagai pusat pemerintahan kabupaten, tetapi juga tersebar di berbagai wilayah Natuna.
Berdasarkan data yang disebutkan, masyarakat tersebut tersebar di 70 desa yang berada di 15 kecamatan, dengan jumlah penduduk sekitar 84.911 jiwa hingga akhir 2025.
Helmi menilai keberagaman suku dan latar belakang masyarakat justru menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan sosial di Natuna.
“Keberagaman ini menjadi kekuatan bagi Natuna. Masyarakat dapat hidup berdampingan dan saling menghargai meskipun memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda,” katanya.
Menurutnya, semangat persatuan dan gotong royong juga masih kuat dalam kehidupan masyarakat di daerah kepulauan tersebut. Kondisi itu menjadi modal sosial penting bagi Natuna sebagai daerah perbatasan.
“Sebagai daerah terdepan NKRI, masyarakat Natuna masih memegang teguh semangat kebersamaan, gotong royong dan persatuan. Ini yang harus terus kita jaga,” tegas Helmi.
Ia berharap semangat kebangsaan tersebut terus dipelihara oleh seluruh masyarakat Natuna. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
“Semangat cinta tanah air harus terus kita jaga. Natuna adalah bagian dari wilayah terdepan Indonesia, sehingga persatuan, keamanan, dan kebersamaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” pungkasnya. (SY)











