Daerah

Kades Wonosari Suswanto Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Tradisional

15
×

Kades Wonosari Suswanto Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Tradisional

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kepala Desa Wonosari, Suswanto atau yang akrab disapa Landung, saat menghadiri kegiatan masyarakat di Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis – Kepala Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Suswanto, terus memperkuat hubungan silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan latar belakang budaya.

Melalui berbagai kegiatan sosial, seni, dan budaya, Pemerintah Desa Wonosari berupaya membangun solidaritas masyarakat sekaligus melestarikan budaya tradisional yang telah menjadi identitas desa.

Dalam salah satu kegiatan masyarakat yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026), Suswanto yang akrab disapa Landung mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman.

“Mari kita bersama-sama melestarikan budaya yang kita miliki serta menjaga rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Hidup rukun, aman, dan damai merupakan keindahan yang harus terus kita rawat bersama,” ujar Suswanto.

Menurutnya, keberagaman suku dan budaya yang ada di Desa Wonosari merupakan kekuatan yang harus dijaga dan menjadi modal penting dalam pembangunan desa.

Selama menjabat sebagai kepala desa selama dua periode, Suswanto dinilai aktif membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendorong berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.

Desa Wonosari yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 6.000 jiwa tersebut juga dikenal memiliki berbagai potensi, mulai dari sektor wisata, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejumlah warga menilai berbagai kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Wonosari mampu membangkitkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selain memiliki aset kolam ikan yang dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat, Desa Wonosari juga rutin menggelar berbagai kegiatan, seperti lomba memancing dan kegiatan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas.

Pemerintah desa juga mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai kegiatan yang menghadirkan ruang promosi bagi masyarakat.

Salah satu kesenian tradisional yang masih terus dilestarikan masyarakat Desa Wonosari adalah pertunjukan jaranan atau kuda lumping. Kesenian tersebut menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat dan kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan hiburan rakyat di Pulau Bengkalis.

Suswanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah desa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan program pembangunan, tetapi juga membangun kedekatan serta mempererat tali silaturahmi tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat dan menjaga kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Semangat persatuan dan gotong royong merupakan modal utama untuk membangun Desa Wonosari yang lebih maju,” pungkasnya. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *