HarianUpdate.com | Dharmasraya — Pemerintah Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Nagari tersebut meraih peringkat II dalam penilaian Desa/Nagari Berkinerja Baik pada Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 410-522-2026 tentang Penetapan Pemenang Desa/Nagari Berkinerja Baik dalam Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.
Keputusan yang ditetapkan di Padang pada 31 Agustus 2026 itu menempatkan Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, sebagai peringkat pertama. Sementara itu, Nagari Sungai Kambut berada di posisi kedua, disusul Nagari Aie Batumbuak, Kabupaten Solok, pada peringkat ketiga.
Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kinerja nagari dalam pelaksanaan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi, yakni penyelarasan berbagai program dan keterlibatan lintas sektor.
Pelaksanaan konvergensi di tingkat nagari melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara terarah, mulai dari pemenuhan gizi hingga pendampingan ibu dan anak.
Dalam keputusan yang sama, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan ditetapkan sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat untuk mengikuti penilaian Desa Berkinerja Baik tingkat nasional Tahun 2026.
Di Kabupaten Dharmasraya, upaya pencegahan stunting juga didukung program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Salah satunya melalui bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode menyusui.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan ibu dan anak serta mendorong pencegahan stunting sejak dini. Pelaksanaannya perlu didukung pendampingan tenaga kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Prestasi yang diraih Nagari Sungai Kambut diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menjaga keberlanjutan program pencegahan stunting di tingkat nagari, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. (BR)











