HarianUpdate.com | Kuansing – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar selama pelaksanaan Festival Pacu Jalur 2026. Untuk mengantisipasi potensi kebocoran penerimaan pajak dan retribusi daerah, Bapenda membentuk tim khusus bertajuk “Tax Ranger” yang akan bertugas melakukan pengawasan di lapangan.
Kepala Bapenda Kuansing, Masrul Hakim, mengatakan target tersebut dinilai realistis apabila seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola retribusi dapat bekerja secara maksimal dan terintegrasi selama pelaksanaan festival.
“Jika dioptimalkan, insyaallah potensi penerimaan bisa menyentuh angka Rp1 miliar. Namun, capaian ini sangat bergantung pada komitmen dan dukungan rekan-rekan OPD pengampu retribusi daerah,” ujar Masrul kepada Harianupdate.com, Rabu (5/8/2026), di Teluk Kuantan.
Masrul mengungkapkan, pada penyelenggaraan Festival Pacu Jalur tahun 2025, realisasi PAD mencapai Rp594 juta. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan penerimaan daerah pada pelaksanaan tahun ini.
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor. Karena itu, Bapenda telah menjalin sinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan guna mengoptimalkan potensi penerimaan selama festival berlangsung.
Sebagai langkah konkret, Bapenda membentuk tim pengawas lapangan Tax Ranger yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis kawasan Festival Pacu Jalur. Tim tersebut bertugas memberikan edukasi kepada wajib pajak sekaligus melakukan pengawasan untuk meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak daerah.
“Bapenda memperketat pengawasan terkait penerimaan pajak yang menjadi kewenangan langsung kami. Kehadiran Tax Ranger menjadi benteng utama dalam mengawal potensi penerimaan daerah yang selama ini rawan hilang,” tegas Masrul.
Selain memperkuat pengawasan di lapangan, Bapenda Kuansing juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran pajak guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan transaksi. Sosialisasi mengenai pembayaran pajak secara non-tunai pun terus dilakukan kepada pelaku usaha dan masyarakat.
Masrul turut mengapresiasi masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini telah memenuhi kewajiban perpajakan dengan baik. Ia menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang taat pajak. Anda telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Kuansing. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan atau pungutan liar selama pelaksanaan Festival Pacu Jalur,” pungkasnya.
Festival Pacu Jalur 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berharap perhelatan budaya berskala nasional tersebut tidak hanya sukses sebagai agenda pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan daerah, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat sektor pariwisata di Kuansing. (AN)











