Daerah

Pemkab dan Baznas Dharmasraya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

27
×

Pemkab dan Baznas Dharmasraya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Komisioner Baznas Dharmasraya bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyerahkan bantuan dan santunan kepada keluarga korban kebakaran. (BR/HUC)

HarianUpdate.com | Dharmasraya – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan dan santunan kepada korban musibah kebakaran yang terjadi di Simpang Pogang, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Rabu (6/5/2026).

Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial P3APPKB, Dinas Kesehatan, Baznas, Pemerintah Kecamatan Pulau Punjung, serta Pemerintah Nagari IV Koto Pulau Punjung sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Effendi, mengatakan pihaknya langsung bergerak sejak malam kejadian dengan mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Sungai Dareh serta memastikan kebutuhan keluarga terdampak dapat terpenuhi.

“Kami bersama Dinas Kesehatan langsung membesuk korban di RSUD Sungai Dareh pada malam kejadian. Keesokan harinya kami bersama Baznas, camat, dan wali nagari turun ke lokasi kebakaran untuk menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga terdampak,” ujar Martin.

Bantuan yang disalurkan kepada tiga kepala keluarga terdampak meliputi enam kasur, sembilan selimut, tiga paket peralatan dapur, 22 paket makanan siap saji, 37 paket lauk-pauk siap saji, enam lembar terpal, 15 dus air mineral, 30 kilogram beras, tiga kilogram minyak goreng, tiga dus mi instan, enam kaleng sarden, tiga kilogram gula pasir, serta tiga papan telur.

Selain bantuan logistik, Baznas Dharmasraya juga menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komisioner Baznas Dharmasraya, Ardios Monti Malano, kepada suami korban, Maidil Risko (40), disaksikan Camat Pulau Punjung Erik Harja dan Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung David Iskan.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan terhadap keluarga korban maupun warga terdampak lainnya.

“Sesuai arahan Ibu Bupati, kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kebutuhan keluarga terdampak dapat terpenuhi,” katanya.

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban setelah Dahlia Agus Safitri (33), salah satu korban kebakaran, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh, Kamis (7/5/2026).

Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka bakar serius setelah kembali masuk ke dalam rumah yang sedang terbakar untuk menyelamatkan anaknya.

“Sebetulnya korban bisa saja selamat jika tidak masuk kembali ke dalam rumah. Namun karena naluri seorang ibu yang ingin menyelamatkan anaknya, beliau nekat masuk ke tengah kobaran api,” ujarnya.

Menurut David, saat berada di dalam rumah, korban tertimpa balok kayu yang terbakar sehingga mengalami luka serius di sebagian besar tubuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa petugas pemadam kebakaran telah tiba di lokasi dalam waktu relatif cepat setelah kejadian.

“Damkar datang cukup cepat, sekitar 10 hingga 15 menit setelah kebakaran terjadi. Hal itu terlihat dari kondisi bangunan yang tidak hangus secara keseluruhan,” katanya.

Berdasarkan data medis, korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sungai Dareh pada Rabu (6/5/2026) pukul 10.10 WIB dengan luka bakar pada bagian wajah, dada, punggung, dan kedua kaki. Korban didiagnosis mengalami luka bakar derajat dua dengan tingkat keparahan mencapai 63 persen.

Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Fitra Neza, M.Kes., mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan penanganan maksimal sejak korban pertama kali dirujuk.

“Atas arahan Ibu Bupati, kami telah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sejak awal masuk rumah sakit, termasuk tindakan operasi dan perawatan intensif yang diperlukan,” ujarnya.

Korban menjalani operasi pada Kamis pagi dan sempat menunjukkan kondisi stabil setelah tindakan medis dilakukan. Namun, beberapa saat setelah dipindahkan ke ruang perawatan, kondisinya memburuk.

Tim medis kemudian melakukan serangkaian tindakan penyelamatan, termasuk Bantuan Hidup Dasar (BHD). Meski demikian, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga serta tenaga medis yang bertugas.

Almarhumah Dahlia Agus Safitri meninggalkan seorang suami dan dua orang anak. Salah satu anak korban juga mengalami luka akibat kebakaran dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyatakan akan terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga korban serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak musibah dapat terpenuhi. (BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *