Daerah

Penutupan Peringatan Tahun Baru Islam di Bengkalis Dimeriahkan Kesenian Kuda Lumping

8
×

Penutupan Peringatan Tahun Baru Islam di Bengkalis Dimeriahkan Kesenian Kuda Lumping

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Grup Turonggo Sekar Budoyo menampilkan kesenian kuda lumping pada malam penutupan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Pendopo Jalan Antara, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Sabtu (20/6/2026). ZA/HUC

HarianUpdate.com | Bengkalis – Rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di kawasan Pendopo Jalan Antara, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, resmi berakhir pada Sabtu (20/6/2026) malam. Penutupan berlangsung meriah dengan pagelaran kesenian tradisional kuda lumping yang dibawakan Grup Turonggo Sekar Budoyo (TSB).

Kegiatan peringatan 1 Muharram tersebut telah berlangsung sejak Senin (15/6/2026) dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Paguyuban Jawa Kabupaten Bengkalis, Mansyuri, SH. Sejak hari pertama pelaksanaan, kegiatan mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan dihadiri berbagai paguyuban daerah di Kabupaten Bengkalis.

Beragam kegiatan digelar selama peringatan berlangsung, mulai dari pengajian dan ceramah agama, pagelaran wayang kulit semalam suntuk, pertunjukan reog, hingga puncaknya pagelaran kuda lumping pada malam penutupan.

Pertunjukan kuda lumping dibawakan oleh Grup Turonggo Sekar Budoyo yang dipimpin Aipda Deri Ardianto, S.Sos. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kesenian tradisional yang sarat nilai budaya tersebut masih mendapat tempat di tengah masyarakat Kabupaten Bengkalis. Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa seni budaya warisan leluhur tetap diminati berbagai kalangan.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang makanan, minuman, serta pedagang kaki lima memanfaatkan ramainya pengunjung untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H diharapkan tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, serta saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. (ZA)

Penulis: Zulazmi Editor: Bobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *