Daerah

Sisi Lain Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Posko Pemulihan Layani Muktamirin Kelelahan

×

Sisi Lain Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Posko Pemulihan Layani Muktamirin Kelelahan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Tim P3AI memberikan layanan pemulihan kepada salah seorang muktamirin di Posko Kesehatan Muktamar ke-35 NU. (NN/HUC)

HarianUpdate.com | Jombang — Di tengah padatnya persidangan dan rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, perhatian terhadap kondisi fisik peserta juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan kegiatan.

Sejumlah muktamirin yang mengalami kelelahan memanfaatkan Posko Kesehatan Muktamar ke-35 NU untuk mendapatkan layanan pemulihan setelah mengikuti berbagai agenda yang cukup padat.

Posko tersebut melibatkan para pelaku pijat pemulihan yang tergabung dalam Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

Ketua P3AI Pasuruan Ahmad Mukhydin turut terlibat dalam pelayanan tersebut. Ia bersama Ketua P3AI Jombang sekaligus koordinator P3AI, Subani, dan sejumlah pelaku pijat pemulihan lainnya bergabung memberikan pelayanan kepada para muktamirin.

Subani yang diketahui memiliki tempat praktik di Dusun Sariloyo, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, mengatakan keterlibatan tim tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan kepada peserta yang membutuhkan pemulihan kondisi tubuh akibat aktivitas selama Muktamar.

“Kami bergabung dan berkoordinasi dengan panitia Muktamar Tambakberas untuk memberikan pelayanan kepada muktamirin yang mengalami kelelahan,” ujar Subani.

Menurutnya, sejak posko mulai memberikan pelayanan, jumlah peserta yang datang cukup banyak. Para muktamirin memanfaatkan layanan tersebut setelah menjalani berbagai aktivitas selama mengikuti rangkaian Muktamar.

“Setiap hari ada yang datang untuk mendapatkan pemulihan karena kelelahan. Jumlahnya puluhan, bahkan bisa mencapai ratusan,” katanya.

Untuk memberikan kenyamanan kepada peserta, pelayanan di posko tersebut dibagi berdasarkan jenis kelamin. Tim yang menangani peserta laki-laki dipisahkan dengan tim yang memberikan pelayanan kepada peserta perempuan.

“Pelayanannya kami bagi, ada yang menangani muktamirin laki-laki dan ada yang menangani muktamirin perempuan. Ini untuk menjaga kenyamanan peserta,” jelas Subani.

Kehadiran posko tersebut menjadi salah satu fasilitas pendukung di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung cukup padat. Para peserta harus mengikuti persidangan, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, serta menjalani berbagai agenda selama berada di kawasan Muktamar.

Kondisi tersebut membuat sebagian peserta membutuhkan waktu untuk memulihkan kebugaran tubuh.

Salah seorang muktamirin yang mendapatkan pelayanan di posko mengaku merasakan tubuhnya lebih nyaman setelah menjalani pemulihan. Peserta tersebut memilih tidak menyebutkan namanya.

“Habis dipijat merasa ringan, kembali terasa enak badan,” ujarnya.

Meski demikian, layanan yang diberikan posko tersebut berada dalam konteks pemulihan akibat kelelahan dan kenyamanan tubuh. Peserta yang mengalami keluhan kesehatan serius tetap membutuhkan pemeriksaan serta penanganan dari tenaga medis sesuai kondisi yang dialami.

Bagi Subani dan tim P3AI, keterlibatan dalam Muktamar ke-35 NU menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi melalui keahlian yang mereka miliki.

“Kami ingin ikut berkontribusi dalam Muktamar ini. Apa yang bisa kami lakukan, kami berikan untuk membantu para muktamirin yang membutuhkan,” ungkapnya.

Para pelaku pijat pemulihan yang terlibat berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur. Mereka bergabung dalam pelayanan tersebut dan berkoordinasi selama rangkaian Muktamar berlangsung.

Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi agenda besar yang mempertemukan warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah. Di balik persidangan, pembahasan organisasi dan proses pengambilan keputusan, terdapat berbagai aktivitas pendukung yang ikut menunjang kenyamanan para peserta.

Posko pemulihan menjadi salah satu sisi human interest dari pelaksanaan Muktamar di Tambakberas. Kehadirannya memperlihatkan bahwa keberlangsungan agenda besar tidak hanya ditopang oleh persidangan dan kepanitiaan, tetapi juga oleh berbagai bentuk pelayanan yang membantu peserta menjalani seluruh rangkaian kegiatan.

Di tengah hiruk-pikuk Muktamar, para muktamirin yang mengalami kelelahan memiliki ruang untuk beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh sebelum kembali mengikuti agenda berikutnya. (NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *