Daerah

Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Dinkes Bengkalis Latih 50 Pelaku IRTP

11
×

Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Dinkes Bengkalis Latih 50 Pelaku IRTP

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Akna Juita, membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan di Aula SMA IT Al-Kautsar Mandau. (ZA/HUC)

HarianUpdate.com | Bengkalis – Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Keamanan Pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) sebagai upaya meningkatkan mutu dan keamanan produk pangan lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA IT Al-Kautsar Mandau pada 22–23 Mei 2026 itu dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, yang diwakili Sekretaris Dinkes Bengkalis, Akna Juita.

Dalam sambutannya, Akna Juita mengatakan kegiatan tersebut merupakan tahun keempat pelaksanaan Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki kaitan erat dengan upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 melalui terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.

“Salah satu fondasi utama menuju Indonesia Emas adalah terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif. Hal tersebut tentu tidak dapat dipisahkan dari tersedianya pangan yang aman dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bengkalis “Bermasa” atau Bermarwah, Maju, dan Sejahtera.

Menurut Akna, nilai bermarwah tercermin dari komitmen pelaku usaha dalam menjaga kualitas, kejujuran, serta tanggung jawab terhadap keamanan produk pangan yang dihasilkan.

“Nilai maju diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Sedangkan nilai sejahtera dapat dicapai melalui berkembangnya usaha masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat secara luas,” katanya.

Akna berharap seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama Bimtek dalam proses produksi dan pengolahan makanan sehingga produk yang dihasilkan benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.

Ia juga menyampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis akan melakukan monitoring dan evaluasi pada Juni hingga Juli mendatang guna memastikan praktik keamanan pangan diterapkan secara optimal.

“Kami mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu tidak hanya mutu produk yang meningkat, tetapi juga kepercayaan konsumen terhadap produk IRTP akan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bengkalis, M Jepri, didampingi Ketua Panitia, Mirna Junita, menyebutkan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keamanan dan mutu produk pangan industri rumah tangga agar mampu bersaing di pasar modern, baik domestik maupun internasional.

Bimtek tersebut diikuti 50 pelaku usaha dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Sebanyak 40 peserta berasal dari Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Rupat, sedangkan 10 peserta lainnya berasal dari Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bandar Laksamana dan Siak Kecil.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keamanan dan mutu produk pangan industri rumah tangga yang beredar sehingga lebih dapat bersaing,” kata Jepri.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bengkalis, penyuluh keamanan pangan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *