Peristiwa

Pria Ditemukan Meninggal di Sungai Kubur Tembilahan, Hasil Visum Tak Temukan Unsur Kekerasan

19
×

Pria Ditemukan Meninggal di Sungai Kubur Tembilahan, Hasil Visum Tak Temukan Unsur Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Personel Polres Indragiri Hilir bersama tim gabungan mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan di kawasan Sungai Kubur, Kecamatan Tembilahan. (GM/HUC)

HarianUpdate.com | Inhil – Personel Polres Indragiri Hilir menindaklanjuti laporan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Sungai Kubur, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (21/7/2026) sore.

Laporan bermula saat seorang nelayan yang tengah dalam perjalanan pulang usai mencari ikan melihat sesosok pria tergantung pada batang pohon pidada di tepi sungai. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Pos Polisi Air (Polair) Polda Riau di Sungai Jepun, Kelurahan Sungai Perak, sebelum diteruskan kepada Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Indragiri Hilir.

Menerima informasi tersebut, personel Satpolair Polres Indragiri Hilir berkoordinasi dengan Unit Samapta, Satreskrim, dan Polsek Tembilahan untuk mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Puri Husada Tembilahan guna menjalani pemeriksaan medis melalui Visum et Repertum (VER).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis RSUD Puri Husada Tembilahan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim mengatakan pihaknya telah melaksanakan seluruh prosedur penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian mulai dari olah TKP, evakuasi korban, hingga pemeriksaan medis melalui Visum et Repertum bersama tim RSUD Puri Husada Tembilahan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi adanya tindak pidana,” ujarnya.

Selain tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun benda tumpul, tim medis juga tidak menemukan indikasi keracunan pada tubuh korban. Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukannya autopsi.

Dari hasil olah TKP, petugas mendapati korban masih dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali yang terikat pada batang pohon pidada. Polisi juga menyatakan tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan di lokasi kejadian.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya pakaian yang dikenakan, sebuah kalung berbahan stainless, serta seutas tali berwarna hijau yang digunakan di lokasi kejadian.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah beserta barang milik korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Meski hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya unsur kekerasan, polisi menegaskan proses pendalaman tetap dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Meskipun demikian, kami tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur untuk memastikan seluruh fakta yang ada. Kami juga menghormati keputusan pihak keluarga yang menolak dilakukannya autopsi,” kata Kasat Reskrim.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghormati privasi keluarga yang sedang berduka,” pungkasnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi penemuan jenazah dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Proses penyelidikan masih terus dilakukan sesuai prosedur untuk melengkapi administrasi penyelidikan dan memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. (GM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *