Daerah

Pemprov Riau Gencarkan Operasi Pasar Murah Jelang Libur Nasional dan Iduladha

8
×

Pemprov Riau Gencarkan Operasi Pasar Murah Jelang Libur Nasional dan Iduladha

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Salah satu kegiatan operasi pasar murah yang digelar Pemprov Riau melalui TPID bersama BUMD Pangan di Kota Pekanbaru. (RB/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya permintaan kebutuhan pokok menjelang libur nasional Kenaikan Isa Almasih dan persiapan menyambut Hari Raya Iduladha pada Mei 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.

“Guna memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga, Pemprov Riau terus menggencarkan operasi pasar murah. Pekan kedua Mei ini, kegiatan kami pusatkan di wilayah Kota Pekanbaru sebagai titik dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi,” ujar Tetty Nurdianti, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, operasi pasar murah juga bertujuan memotong rantai distribusi yang panjang agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Operasi pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Pada Senin (11/5), kegiatan digelar di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani. Selanjutnya, Selasa (12/5) dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Rumbai Barat, dan Rabu (13/5) di Halaman Alkastoery, Jalan Sri Sejahtera, Kelurahan Agrowisata.

Tetty menjelaskan, durasi operasi pasar pekan ini disesuaikan karena pada Kamis dan Jumat bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan harga minyak goreng subsidi di pasaran, Tetty memastikan produk Minyakita tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Masyarakat tidak perlu khawatir, di pasar murah kami banderol Minyakita seharga Rp15.500 per liter. Ini bagian dari strategi kami untuk menekan inflasi dan menstabilkan harga di pasaran yang sempat meroket,” tegasnya.

Selain minyak goreng subsidi, berbagai kebutuhan pokok lain juga dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras SPHP dipasarkan seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, sedangkan beras premium seperti Anak Daro dan Sokan dijual Rp165 ribu per 10 kilogram atau Rp83 ribu per 5 kilogram.

Sementara itu, gula pasir dijual Rp18.500 per kilogram, tepung terigu Rp13 ribu per bungkus, serta aneka garam mulai dari Rp2 ribu per kemasan.

Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay, memastikan stok bahan pokok selama operasi pasar berlangsung dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Kami menyiapkan sekitar 1.000 liter Minyakita dan 1 ton beras SPHP untuk setiap titik operasi pasar. Ini sesuai arahan Plt Gubernur Riau agar stok benar-benar tersedia dan sampai kepada masyarakat tanpa terjadi kelangkaan,” jelas Ade.

Ia menambahkan, masyarakat tetap dapat membeli Minyakita dengan harga subsidi meskipun tidak sempat menghadiri operasi pasar murah.

“Bagi masyarakat yang belum sempat hadir di lokasi operasi pasar, Minyakita sesuai HET bisa dibeli di Topan Swalayan Jalan Melati maupun di tiga titik Kios Pangan, yakni Pasar Dupa, Pasar Cik Puan, dan Pasar 50. Harga yang ditawarkan sama seperti di operasi pasar murah,” pungkasnya. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *