HarianUpdate.com | Natuna – Bupati Natuna Cen Sui Lan terus mendorong penguatan pembangunan sarana dan prasarana olahraga di daerahnya. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya untuk mengejar prestasi atlet, tetapi juga memastikan generasi muda Natuna memiliki ruang dan fasilitas yang layak untuk mengembangkan potensi mereka.
Langkah itu ditunjukkan Cen Sui Lan dengan mendatangi Kantor Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Rabu (12/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Cen didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Natuna Hikmatul Arif.
Dalam audiensi bersama Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Cen menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan pembangunan olahraga di Kabupaten Natuna, termasuk penguatan sarana dan prasarana yang hingga kini masih terbatas.
“Olahraga bukan hanya soal prestasi, medali atau kemenangan di arena. Olahraga juga bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Anak-anak Natuna harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berlatih dan berprestasi seperti anak-anak di daerah lain,” ujar Cen.
Menurutnya, sebagai daerah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Natuna membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar pembangunan berbagai sektor dapat berjalan lebih cepat dan merata, termasuk sektor kepemudaan dan olahraga.
“Kita ingin pemerintah pusat bersama pemerintah daerah bisa berkolaborasi membangun Natuna. Salah satu yang sangat kami dorong adalah pemenuhan sarana dan prasarana olahraga,” katanya.
Cen menilai, potensi atlet muda Natuna sebenarnya cukup besar. Hal itu terlihat dari kemampuan putra-putri daerah tersebut berkompetisi dalam berbagai ajang olahraga dan meraih medali, termasuk medali emas, meski proses pembinaan selama ini masih dilakukan dengan keterbatasan fasilitas.
“Anak-anak Natuna mampu bersaing secara sportif dan meraih prestasi. Bahkan kita tidak menggunakan atlet bayaran dari luar daerah. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki bibit atlet yang potensial,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan atlet. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar potensi atlet muda Natuna dapat dikembangkan secara maksimal.
“Kita ingin potensi yang ada ini dibina dengan baik. Jangan sampai anak-anak kita punya kemampuan, tetapi fasilitas untuk berlatih tidak memadai,” tegas Cen.
Cen juga menyampaikan bahwa Kabupaten Natuna akan memasuki usia 27 tahun pada Oktober mendatang. Namun, hingga saat ini, daerah tersebut belum memiliki Gelanggang Olahraga (GOR) yang representatif, baik di ibu kota kabupaten maupun di tingkat kecamatan.
“Natuna sudah 27 tahun, tetapi sampai sekarang kita belum memiliki GOR yang layak. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Kebutuhan tersebut semakin mendesak karena Natuna diproyeksikan menjadi salah satu daerah yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XI pada 2028 mendatang.
Cen menegaskan, persiapan sebagai tuan rumah tidak boleh dilakukan ketika pelaksanaan sudah semakin dekat. Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga harus dipersiapkan sejak jauh hari agar Natuna benar-benar siap menjadi tuan rumah sekaligus mampu meninggalkan warisan fasilitas olahraga yang dapat digunakan masyarakat.
“Jangan hanya berpikir bagaimana kita menjadi tuan rumah POPDA. Kita juga harus berpikir bagaimana setelah POPDA selesai, fasilitas itu tetap bisa digunakan untuk pembinaan atlet dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Cen secara khusus menyampaikan usulan pembangunan sejumlah sarana dan prasarana olahraga, termasuk fasilitas olahraga akuatik yang dinilai penting dalam mendukung persiapan Natuna menghadapi POPDA 2028.
“Kita mengusulkan pembangunan sarana olahraga, terutama fasilitas akuatik. Ini penting untuk mendukung persiapan Natuna sebagai tuan rumah POPDA 2028,” jelasnya.
Usulan tersebut diharapkan dapat memperoleh rekomendasi dari Kemenpora untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut Cen, kolaborasi lintas kementerian menjadi penting agar pembangunan infrastruktur olahraga di Natuna dapat dirancang secara terintegrasi.
“Kita berharap usulan ini mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari Kemenpora sehingga bisa diteruskan kepada kementerian terkait. Dengan begitu, pembangunan fasilitas olahraga di Natuna bisa dilakukan secara lebih terarah,” katanya.
Selain berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, Cen juga mengajak jajaran Kemenpora melihat potensi Natuna dari perspektif yang lebih luas, yakni pengembangan olahraga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Ia mendorong agar Natuna dapat menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan olahraga yang sekaligus mampu mengangkat potensi wisata daerah.
“Natuna tidak hanya memiliki potensi atlet, tetapi juga memiliki alam dan karakter geografis yang sangat mendukung untuk dikembangkan menjadi sport tourism,” ungkapnya.
Menurut Cen, pengembangan sport tourism dapat memberikan dampak ganda bagi daerah. Selain menjadi wadah bagi kegiatan olahraga, berbagai event juga dapat menjadi sarana promosi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Olahraga, pariwisata dan promosi daerah bisa kita satukan. Event olahraga bukan hanya mencari juara, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dan Natuna semakin dikenal,” katanya.
Ia berharap pembangunan olahraga di Natuna dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan fasilitas, pembinaan atlet usia dini hingga penyelenggaraan event olahraga.
“Yang kita bangun bukan hanya fasilitas untuk pertandingan. Kita ingin membangun ruang bagi anak-anak Natuna untuk berlatih, berkembang dan meraih prestasi,” tegas Cen.
Bagi Cen, keterbatasan geografis sebagai daerah kepulauan justru harus menjadi alasan semakin kuatnya perhatian terhadap pembangunan olahraga. Jarak dan akses yang terbatas membuat pembinaan atlet di Natuna membutuhkan dukungan serta komitmen yang lebih besar.
“Kita berada di daerah kepulauan dan terdepan. Karena itu, perhatian terhadap pembangunan olahraga harus lebih serius. Anak-anak Natuna juga punya hak yang sama untuk berprestasi,” pungkasnya. (SY)











