Politik

Komisi IV DPRD Riau Cari Solusi Kemacetan Penyeberangan Roro Dumai–Rupat

30
×

Komisi IV DPRD Riau Cari Solusi Kemacetan Penyeberangan Roro Dumai–Rupat

Sebarkan artikel ini
Komisi IV DPRD Riau Cari Solusi Kemacetan Penyeberangan Roro Dumai–Rupat
Teks foto: Komisi IV DPRD Provinsi Riau menggelar RDP bersama Dinas Perhubungan guna membahas antrean penyeberangan Roro Dumai–Rupat di Pekanbaru, Kamis (2/4/2026). IR/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Komisi IV DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan Provinsi Riau guna mengevaluasi dan mencari solusi atas antrean panjang kendaraan pada layanan penyeberangan kapal Roro rute Dumai–Rupat, Kamis (2/4/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Riau ini digelar sebagai respons atas keluhan masyarakat, khususnya petani sawit yang terdampak akibat terhambatnya distribusi tandan buah segar (TBS) dari wilayah Rupat.

Anggota Komisi IV DPRD Riau, Khairul Umam, menjelaskan bahwa kemacetan terjadi karena kapasitas penampungan di tingkat pabrik atau ram sudah penuh.

“Ram-ram sudah tidak mampu lagi menampung hasil panen petani karena distribusi sawit ke luar daerah terhambat,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah kebijakan prioritas penyeberangan selama arus mudik Idul Fitri yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.

“Dalam kebijakan tersebut, angkutan bahan pokok diprioritaskan, sementara angkutan sawit menjadi tertunda,” jelasnya.

Akibatnya, distribusi sawit terganggu dan berdampak langsung pada harga di tingkat petani. Harga TBS dilaporkan sempat turun hingga Rp1.700 per kilogram dari harga normal di atas Rp3.000 per kilogram.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Riau menyampaikan akan segera menambah armada kapal penyeberangan untuk mengurai antrean.

“Saat ini baru dua kapal yang beroperasi, sementara satu kapal lainnya masih dalam proses docking dan direncanakan kembali beroperasi pada 10 April 2026,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto.

Komisi IV DPRD Riau juga mencatat bahwa antrean kendaraan mulai berangsur terurai. Dengan penambahan armada, diharapkan distribusi sawit dapat kembali normal.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Riau mendesak agar angkutan sawit dapat dimasukkan sebagai prioritas penyeberangan.

“Sektor perkebunan sawit merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di Rupat, sehingga perlu mendapat perhatian dalam kebijakan penyeberangan,” tegas Khairul.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Riau Ma’mun Solikhin, didampingi Wakil Ketua Darmalis, serta dihadiri anggota Komisi IV DPRD Riau dan jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Riau. (IR)

Galery Foto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *